Bongkar Anggaran Tidak Wajar, PSI Raih Simpati Warga DKI
Senin, 4 November 2019 | 14:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Tindakan Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang membongkar anggaran tidak wajar dalam Draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD DKI 2020 dan mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk memuat dokumen KUA-PPAS ke situs resmi Pemprov DKI, tidak hanya menuai kritik tetapi juga dukungan dari sebagian warga Jakarta.
Dukungan warga Jakarta agar Fraksi PSI terus menyuarakan kebenaran dan transparansi anggaran dinyatakan dengan karangan bunga yang dikirimkan ke DPRD DKI.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, saat ini terlihat sudah ada enam karangan bunga yang menyatakan dukungan agar Fraksi PSI terus bersuara menyampaikan transparansi anggaran.
Karangan bunga itu diletakkan di depan gedung DPRD DKI. Tepatnya di samping pintu masuk gedung. Sehingga, setiap anggota dewan maupun SKPD yang masuk ke gedung DPRD DKI secara otomatis akan melihat dan membaca tulisan yang ada di karangan bunga tersebut.
Pada karangan bunga tersebut tertulis kalimat dukungan kepada Fraksi PSI DPRD DKI atau kalimat satir untuk anggota Dewan lainnya.
"Untuk Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, udah terbukti kalian bukan kaleng-kaleng," salah satu kalimat yang tertulis di karangan bunga itu. Lalu ada tulisan, "Untuk Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, tega kali kalian bikin banyak orang mengelus burung, eh, dada."
Kemudian, ada karangan bunga yang menuliskan, "Jika ada yang bilang kamu belagu, santai saja, bales. Kalau kamu bukan cermin untuk Fraksi PSI DPRD DKI dan DPW PSI DKI."
Juga ada karangan bunga yang memuat tulisan, "Bro & Sis PSI, tetap semangat mengawal anggaran Jakarta yang harus transparan."
Salah satu petugas pengamanan dalam (pamdal) DPRD DKI mengatakan karangan bunga tersebut sudah datang sejak kemarin malam, Minggu (3/11/2019).
"Iya sejak kemarin malam, karangan bunganya sudah berdatangan. Hingga siang ini karangan bunganya sudah bertambah jadi enam," kata pamdal DPRD DKI tersebut, Senin (4/11/2019).
Kritikan juga harus diterima Fraksi PSI dari anggota DPRD DKI lainnya. Anggota Fraksi PSI William Aditya Sarana terkena cibiran kritik pedas dari sesama anggota Dewan. William dinilai tak paham membaca anggaran dan asal ngomong, sehingga disuruh belajar membaca anggaran dengan baik.
Ucapan William soal menyoroti anggaran program anti virus yang diusulkan sebesar Rp 12 miliar dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 DKI Jakarta dinilai salah. Politisi Partai Demokrat (PD) DKI Jakarta, Taufiqurrahman mencuit dan menjelaskan kesalahan William. Di @taufiqrus, mantan Ketua Fraksi PD DPRD DKI ini menyebut kalau serangan William ke Anies tidak akurat bahkan cenderung fitnah.
Tidak hanya itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra Inggard Joshua menegur rekannya William Aditya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang membocorkan rencana anggaran lem Aibon senilai Rp8,28 miliar dalam RAPBD ke publik melalui media sosial. Teguran tak tanggung-tanggung disampaikan di dalam rapat pembahasan anggaran yang dihadiri pimpinan SKPD DKI.
Inggard meminta agar William menjaga tata krama dan muruah dewan. Menurutnya anggota dewan bisa menyuarakan ke publik apabila sudah dibahas terlebih dahulu di internal dewan.
"Sebagai anggota dewan kita perlu punya rasa harga diri dan punya tata krama dalam rangka menyampaikan aspirasi. Aspirasi itu boleh keluar setelah kita melakukan pembahasan," kata Inggard dalam rapat anggaran Komisi A di DPRD DKI Jakarta, Kamis (31/10/2019).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




