Pemda DIY Siapkan Dana Bencana Rp 10 Miliar

Sabtu, 4 Januari 2020 | 10:24 WIB
FE
FB
Penulis: Fuska Sani Evani | Editor: FMB
Atap ruang kelas SMKN 1 Wates Kulonprogo runtuh akibat hujan dan angin kencang yang terjadi pada Kamis (03/01/2020) petang.
Atap ruang kelas SMKN 1 Wates Kulonprogo runtuh akibat hujan dan angin kencang yang terjadi pada Kamis (03/01/2020) petang. (Suara Pembaruan/Fuska Sani)

Yogyakarta, Beritasatu.com - Menyikapi kejadian tak terduga akibat cuaca ekstrem yang berakibat pada bencana hidrometeorologi, Pemerintah DI Yogyakarta menyiapkan anggaran Rp 10 miliar yang berasal dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) pemerintah pusat.

Sekertaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, Pemda DIY telah mendapatkan informasi dari BMKG bahwa saat ini terjadi cuaca ekstrem yang harus diantisipasi. Dengan demikian, berbagai antisipasi sudah disiapkan bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY serta kabupaten dan kota, agar masyarakat siap.

Menurut Baskara Aji, antisipasi awal berupa kesiapan logistik baik berupa kebutuhan pokok yakni makanan, hingga pendukung antisipasi awal seperti pembuatan bronjong.

Aji mengatakan selain kesiapan dari sisi logistik, Pemda DIY juga menyiapkan anggaran Rp 10 miliar yang merupakan SILPA dari bantuan untuk kebencanaan APBN tahum 2019. Dana ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk melakukan sejumlah perbaikan jika ada terdampak bencana bencana.

"Dana Rp 10 miliar, itu sisa anggaran yang kemudian diperbolehkan untuk digunakan, seperti untuk pembangunan sarana prasarana terdampak bencana. Sewaktu-waktu ada kejadian bencana, kami siap dan proses penanganannya sesegera mungkin, sehingga BPBD dan relawan kebencanaan otomatis bergerak, tanpa menunggu. Provinsi setiap saat bersinergi dengan kabupaten/kota," katanya Kamis (03/01/2020) petang.

Dikatakan, BMKG dan BPBD DIY sudah mengeluarkan pemetaan terhadap beberapa daerah yang mungkin terjadi banjir dan tanah longsor, berdasar data dari tahun sebelumnya. Baskara Aji mengungkapkan, di kawasan Imogiri sisi selatan berpotensi terjadi banjir, beberapa wilayah di Kulonprogo serta di Gunungkidul dengan kondisi perbukitan hingga rawan kejadian tanah longsor.

Sementara itu, diketahui, hujan deras yang disertai angin kencang di Kabupaten Kulonprogo, mengakibatkan pohon-pohon perindang bertumbuangan dan bangunan sekolah yakni SMKN 1 Wates rusak. Meski tidak ada korban luka pada masyarakat, aktivitas sempat terganggu. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon