Mandek, Alasan PKS Sepakat Ganti Bakal Cawagub

Senin, 20 Januari 2020 | 20:58 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Ahmad Riza Patria (kiri) dan Yandri Susanto memimpin rapat dengar pendapat umum Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1). Rapat itu untuk mendapat masukan dari Kominfo, PT Inti, BPPT dan ITB terkait sistem e-voting dan e-counting dalam penyelenggaraan Pemilu. ANTARA FOTO//ama/17
Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Ahmad Riza Patria (kiri) dan Yandri Susanto memimpin rapat dengar pendapat umum Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/1). Rapat itu untuk mendapat masukan dari Kominfo, PT Inti, BPPT dan ITB terkait sistem e-voting dan e-counting dalam penyelenggaraan Pemilu. ANTARA FOTO//ama/17 (ANTARA./Wahyu Putro A)

Jakarta, Beritasatu.com – Ketua DPW PKS DKI Sakhir Purnomo mengatakan karena proses pemilihan dua calon wakil gubernur (cawagub) yang merupakan kader PKS, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto mengalami deadlock atau mandek, pihaknya setuju untuk mengganti bakal cawagub DKI bersama Partai Gerindra.

"Jadi begini, pertama PKS menyiapkan pengganti lagi karena dua nama yang sudah diajukan kan dalam prosesnya deadlock. Enggak selesai juga di periode sebelum tanggal 26 Agustus 2019 saat pelantikan alat dewan yang baru. Kan mentok-mentok terus," kata Sakhir Purnomo, Senin (20/1/2020).

Ditambah lagi, Ahmad Syaikhu terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024n sehingga ia memutuskan untuk menjadi wakil rakyat daerah pemilihannya (dapilnya). DPP PKS pun mencoret nama Ahmad Syaikhu dari bursa cawagub, sehingga menyisakan satu nama saja, Agung Yulianto.

Melihat proses yang mandek, lanjutnya, Partai Gerindra sempat mengajukan empat bakal cawagub baru. Salah satu dari empat calon tersebut ada nama Riza Patria. Lalu PKS pun memilih kadernya yang lain untuk bersanding dalam perebutan posisi wagub DKI.

"Dalam perjalanannya, telah disepakati oleh masing-masing pimpinan partai, kalau dari Gerindra adalah Riza Patria dan dari PKS adalah Nurmansjah Lubis. Kemudian surat disiapkan, ditandatangani pimpinan kedua partai, total ada delapan orang yang menandatangani surat usulan dua nama cawagub tersebut," terang Sakhir Purnomo.

Delapan orang yang menandatangani surat tersebut adalah Ketua dan Sekretaris DPD Gerindra DKI yaitu Mohamad Taufik dan Husni Thamrin. Kalau dari DPW PKS DKI, yang turut menandatangani adalah ia sendiri dan Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto.

"Surat ini juga ditandatangani Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani, serta Presiden DPP PKS M Sohibul Iman dan Sekjen Mustafa Kamal," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengumumkan dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI yang baru di ruang Fraksi Gerindra, DPRD DKI, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Kedua nama cawagub pengganti Sandiaga Uno tersebut masing-masing dari kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra. Kedua cawagub tersebut adalah Nurmansjah Lubis yang merupakan mantan anggota DPRD DKI dan Kader PKS, lalu Riza Patria yang merupakan politisi dari Gerindra.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon