Peluang Riza Patria Jadi Wagub DKI Dinilai Lebih Besar

Sabtu, 1 Februari 2020 | 18:18 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra Ahmad Riza Patria
Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra Ahmad Riza Patria (Beritasatu TV)

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat komunikasi politik, Arif Susanto, menilai, berlarutnya pengisian jabatan Wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta sejak pengunduran Sandiaga Uno pada Agustus 2018 menunjukkan ketidakseriusan Gerindra dan PKS.

Langkah Riza Patria Dinilai Bakal Mulus

Sebagai pengusung pasangan pemenang Pilkada 2017, kedua partai justru sibuk berpolemik. Hal itu menunjukkan sempitnya orientasi kepentingan mereka untuk berebut kekuasaan.

"Sekarang, Gerindra mengajukan Ahmad Riza Patria dan PKS menjagokan Nurmansyah Lubis. Riza nyaris tidak memiliki pengalaman dengan persoalan publik Jakarta, sebagaimana Anies sebelum menjabat Gubernur DKI Jakarta. Sedangkan Nurmansyah sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Jakarta, tetapi personalitasnya kurang kuat," kata Arif di Jakarta, Jumat (31/1/2020).

Menurut Arif, menarik untuk melihat bahwa kini konfigurasi politik DKI Jakarta berubah signifikan. Bukan hanya menyangkut komposisi dan proporsi kursi DPRD yang berubah, pengelompokan koalisi juga kini berbeda. Di atas kertas, pola koalisi DKI Jakarta cenderung mengikuti pola koalisi pada politik nasional. "Ini berarti, Gerindra dan Riza memiliki peluang lebih baik," ujar Arif.

Gerindra Klaim Riza Patria Kantongi 66 Suara DPRD DKI

Namun demikian, lanjut Arif, peluang tersebut dapat berubah sedikitnya oleh dua faktor penting. Pertama, sejauh mana PKS mampu mengembangkan modalitas politik di luar identitas keagamaan untuk dapat memperoleh dukungan lebih besar dari fraksi-fraksi nasionalis. Kedua, arah dukungan personal Anies juga akan memberi tambahan amunisi politik.

"Di luar kemampuan kedua kandidat untuk meyakinkan pemilik suara, termasuk melalui fit and proper test yang kini diwacanakan, kedua hal di atas cukup menentukan keterpilihan. Pada sisi lain, gagasan tentang fit and proper test juga akan memberi gambaran lebih terang kepada publik bahwa DPRD tidak memilih secara serampangan figur wakil gubernur mereka," kata Arif.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon