Kemampuan Dokter dan Tenaga Medis Indonesia Dinilai Mumpuni
Kamis, 21 Mei 2020 | 22:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR, Intan Fauzi menegaskan, dokter dan tenaga medis di Indonesia terlatih untuk menangani masyarakat. Sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan, dinilai memiliki kemampuan mumpuni dari segi keilmuan.
Baca Juga: Pemerintah Harus Siapkan RS Khusus Covid-19
"Kalau bicara kompetensi keilmuan, maka dokter dan tenaga medis kita itu terlatih," kata Intan kepada Beritasatu.com, Kamis (21/5/2020).
Akan tetapi, Intan menyatakan fasilitas kesehatan (faskes) di Indonesia kerap mendapat keluhan dari masyarakat yang berobat. Pada akhirnya, sejumlah masyarakat memilih ke luar negeri seperti Singapura.
"Memang kita harus akui Singapura, Thailand atau Malaysia, faskes dan peralatannya lebih lengkap dan canggih yang kadang kita tidak punya. Jadi ini bukan bicara kompetensi keilmuan SDM kita, tapi lebih kepada faskes dan peralatan," ucap Intan.
Baca Juga: Ajinomoto Salurkan Bantuan untuk Tenaga Medis Covid-19
Intan mengatakan kebijakan Kementerian Kesehatan Singapura pada 22 Maret 2020 menghentikan untuk menerima pasien asing baru menjadi peluang bagi Indonesia. "Sebetulnya Indonesia harus ambil peluang itu," kata Intan.
Intan menambahkan, rumah sakit (RS) swasta di Indonesia tentu sudah melihat peluang tersebut. "Kalau bicara dari total rumah sakit yang sekitar 2.800-an, 63 persen adalah swasta. Pasti rumah sakit swasta sudah lihat peluang ini," imbuh Intan.
Meski demikian, Intan mengingatkan supaya pelayanan kesehatan bagi rakyat Indonesia tidak dilupakan. Sebab sesuai Undang-undang Dasar (UUD) 1945, lanjut Intan, setiap warga negara mempunyai hak mendapatkan pelayanan kesehatan mumpuni.
Baca Juga: IDI Khawatirkan Ledakan Kasus Baru Covid-19
"Di satu sisi boleh saja kita membangun wisata medis. Perbaikan itu kan bagus, karena apapun akan mendatangkan devisa kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Efeknya positif. Tapi di sisi lain, masyarakat kita yang kurang mampu yang berharap akses jaminan kesehatan harus jadi perhatian bersama," tegas Intan.
"Menurut saya, layanan medis yang prima harus menjadi keharusan. Tapi harus tetap, bukan hanya sekadar bahwa hanya pelayanan itu untuk masyarakat menengah ke atas tapi juga ke bawah," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




