Para Pencari UFO di Siberia Klaim Punya Dua Video Baru
Rabu, 8 Agustus 2012 | 16:55 WIB
Memulai ekspedisi sejak Juli, kelompok beranggotakan 50 orang itu masih akan meneruskan pencarian hingga September mendatang hingga ke Moskow.
Sekelompok orang-orang yang percaya dengan keberadaan UFO (benda asing tak dikenal) menjalani sebuah misi bersama yang terbilang serius baru-baru ini. Lengkap membawa peralatan mereka, puluhan orang antusias itu berkelana di wilayah Siberia di Rusia, demi mendapatkan bukti-bukti penampakan UFO.
Seperti diberitakan Todaysthv.com, kegiatan pencarian ini bahkan diberi nama khusus layaknya ekspedisi ilmiah lain, yaitu "Ekspedisi Pencarian UFO Trans-Eurasia". Sebanyak 50 orang disebutkan ikut serta dalam ekspedisi ini, dengan kegiatan utama saat ini adalah mengamati angkasa di ujung selatan Danau Baikal, danau tertua dan terdalam di selatan Siberia.
Danau Baikal sendiri merupakan salah satu kawasan target utama dari kelompok pencari UFO ini, yang terutama didasarkan pada berita-berita lokal soal penampakan benda asing di sekitar tempat itu.
"Di sini, pada tahun 1958, terjadi sebuah kecelakaan pesawat TU-154. Terdapat laporan dari warga lokal bahwa sebuah UFO tampak mengejar pesawat itu hingga jatuh ke Danau Baikal ini," ungkap salah satu anggota tim pencari, Vladimir Kuznetsov.
"Dan kemudian masih ada sejumlah laporan lainnya soal keberadaan UFO di sekitar Baikal," tambahnya. "Itulah alasan kenapa kami memutuskan untuk berkumpul di sini. Saya harap kami cukup beruntung bisa merekam sesuatu (bukti) yang menarik," lanjutnya antusias.
Para peserta ekspedisi itu tampak menggunakan berbagai perlengkapan pendukung dalam pencarian mereka. Salah satunya adalah alat pendeteksi aktivitas abnormal yang banyak digunakan oleh mereka yang percaya dengan hal-hal misterius.
"Dengan alat ini, kami bisa mengawasi angkasa, obyek-obyek yang berada di sana, serta dapat memperkirakan keberadaannya (UFO) berdasarkan tingkat petunjuk yang diberikan indikatornya (alat ini)," jelas Kuznetsov pula.
Hasilnya, sejauh ini, dua di antara para pencari tersebut mengklaim sudah mendapatkan rekaman apa yang mereka yakini sebagai UFO.
"Awalnya benda itu tak bergerak. Tapi ada bayangan sinar aneh yang terlihat, berpendar dengan warna berbeda; biru, merah, kuning, hijau. Lalu beberapa menit kemudian benda itu mulai bergerak secara acak, tidak seperti helikopter atau pesawat maupun benda terbang ciptaan manusia lainnya," tutur Andrey Chernobrov, salah seorang anggota kelompok pencari.
Ekspedisi UFO yang diikuti kelompok ini sendiri sudah berjalan sejak bulan Juli lalu, dimulai di salah satu kawasan Laut Jepang dekat Wladiwostok, Rusia. Rencananya, ekspedisi akan berakhir pada September mendatang di Moskow. Kegiatan dimulai Juli lalu karena memang ada beberapa rekaman video "penampakan UFO" yang bermunculan dari seluruh dunia di bulan itu.
Sekelompok orang-orang yang percaya dengan keberadaan UFO (benda asing tak dikenal) menjalani sebuah misi bersama yang terbilang serius baru-baru ini. Lengkap membawa peralatan mereka, puluhan orang antusias itu berkelana di wilayah Siberia di Rusia, demi mendapatkan bukti-bukti penampakan UFO.
Seperti diberitakan Todaysthv.com, kegiatan pencarian ini bahkan diberi nama khusus layaknya ekspedisi ilmiah lain, yaitu "Ekspedisi Pencarian UFO Trans-Eurasia". Sebanyak 50 orang disebutkan ikut serta dalam ekspedisi ini, dengan kegiatan utama saat ini adalah mengamati angkasa di ujung selatan Danau Baikal, danau tertua dan terdalam di selatan Siberia.
Danau Baikal sendiri merupakan salah satu kawasan target utama dari kelompok pencari UFO ini, yang terutama didasarkan pada berita-berita lokal soal penampakan benda asing di sekitar tempat itu.
"Di sini, pada tahun 1958, terjadi sebuah kecelakaan pesawat TU-154. Terdapat laporan dari warga lokal bahwa sebuah UFO tampak mengejar pesawat itu hingga jatuh ke Danau Baikal ini," ungkap salah satu anggota tim pencari, Vladimir Kuznetsov.
"Dan kemudian masih ada sejumlah laporan lainnya soal keberadaan UFO di sekitar Baikal," tambahnya. "Itulah alasan kenapa kami memutuskan untuk berkumpul di sini. Saya harap kami cukup beruntung bisa merekam sesuatu (bukti) yang menarik," lanjutnya antusias.
Para peserta ekspedisi itu tampak menggunakan berbagai perlengkapan pendukung dalam pencarian mereka. Salah satunya adalah alat pendeteksi aktivitas abnormal yang banyak digunakan oleh mereka yang percaya dengan hal-hal misterius.
"Dengan alat ini, kami bisa mengawasi angkasa, obyek-obyek yang berada di sana, serta dapat memperkirakan keberadaannya (UFO) berdasarkan tingkat petunjuk yang diberikan indikatornya (alat ini)," jelas Kuznetsov pula.
Hasilnya, sejauh ini, dua di antara para pencari tersebut mengklaim sudah mendapatkan rekaman apa yang mereka yakini sebagai UFO.
"Awalnya benda itu tak bergerak. Tapi ada bayangan sinar aneh yang terlihat, berpendar dengan warna berbeda; biru, merah, kuning, hijau. Lalu beberapa menit kemudian benda itu mulai bergerak secara acak, tidak seperti helikopter atau pesawat maupun benda terbang ciptaan manusia lainnya," tutur Andrey Chernobrov, salah seorang anggota kelompok pencari.
Ekspedisi UFO yang diikuti kelompok ini sendiri sudah berjalan sejak bulan Juli lalu, dimulai di salah satu kawasan Laut Jepang dekat Wladiwostok, Rusia. Rencananya, ekspedisi akan berakhir pada September mendatang di Moskow. Kegiatan dimulai Juli lalu karena memang ada beberapa rekaman video "penampakan UFO" yang bermunculan dari seluruh dunia di bulan itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




