Djoko Pramono: Kembalikan Pembinaan Olahraga ke PB
Jumat, 10 Agustus 2012 | 20:51 WIB
Semua pihak, baik pemerintah, KONI, KOI bahkan Prima (Program Indonesia Emas) merasa paling bertanggung jawab soal pembinaan
Carut marutnya wajah olahraga Indonesia yang berujung pada kegagalan mempertahankan tradisi medali emas Olimpiade dinilai karena pembinaan atlet saat ini sudah salah arah.
Bekas pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Djoko Pramono, mengatakan saat ini pembinaan olahraga di Indonesia sangat kusut. Carut marutnya wajah olahraga Indonesia yang berujung pada kegagalan mempertahankan tradisi medali emas Olimpiade dinilai karena pembinaan atlet saat ini sudah salah arah.
"Semua pihak, baik pemerintah, KONI, KOI bahkan Prima (Program Indonesia Emas) merasa paling bertanggung jawab soal pembinaan. Padahal tugas pembinaan itu menjadi milik PB (pengurus besar organisasi induk cabang olahraga). Jangan ambil alih tugas PB. Kembalikan tugas PB. Awasi saja PB," kata Chief de Mission kontingen Indonesia untuk SEA Games 1997, ini saat menghadiri Diskusi Panel Olahraga Menyikapi Hasil Olimpiade London 2012 yang digelar SIWO PWI Pusat di Jakarta, hari ini.
Djoko mengatakan pembinaan yang dilakukan Prima saat ini juga tak ada bedanya dengan pola-pola pembinaan sebelumnya. Dia mencontohkan usai SEA Games seharusnya para atlet jangan dipulangkan ke daerah masing-masing.
"Karena Olimpiade sudah di depan mata. Tapi atlet malah dikembalikan ke daerahnya," ujar Djoko.
Carut marutnya wajah olahraga Indonesia yang berujung pada kegagalan mempertahankan tradisi medali emas Olimpiade dinilai karena pembinaan atlet saat ini sudah salah arah.
Bekas pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Djoko Pramono, mengatakan saat ini pembinaan olahraga di Indonesia sangat kusut. Carut marutnya wajah olahraga Indonesia yang berujung pada kegagalan mempertahankan tradisi medali emas Olimpiade dinilai karena pembinaan atlet saat ini sudah salah arah.
"Semua pihak, baik pemerintah, KONI, KOI bahkan Prima (Program Indonesia Emas) merasa paling bertanggung jawab soal pembinaan. Padahal tugas pembinaan itu menjadi milik PB (pengurus besar organisasi induk cabang olahraga). Jangan ambil alih tugas PB. Kembalikan tugas PB. Awasi saja PB," kata Chief de Mission kontingen Indonesia untuk SEA Games 1997, ini saat menghadiri Diskusi Panel Olahraga Menyikapi Hasil Olimpiade London 2012 yang digelar SIWO PWI Pusat di Jakarta, hari ini.
Djoko mengatakan pembinaan yang dilakukan Prima saat ini juga tak ada bedanya dengan pola-pola pembinaan sebelumnya. Dia mencontohkan usai SEA Games seharusnya para atlet jangan dipulangkan ke daerah masing-masing.
"Karena Olimpiade sudah di depan mata. Tapi atlet malah dikembalikan ke daerahnya," ujar Djoko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




