Tahun Depan, Koran Harian Swasta Boleh Terbit di Myanmar
Minggu, 2 September 2012 | 23:57 WIB
"Ini adalah keyakinan saya yang tulus bahwa koran [yang diterbitkan swasta] sangat penting untuk sebuah negara demokratis."
Pemerintah Myanmaar menyatakan akan memperbolehkan koran mempublikasikan berita setiap hari pada awal 2013 nanti, sebagai tanda reformasi baru untuk sektor yang baru dibebaskan dari dekade sensor yang kejam.
Aung Kyi, seorang menteri dalam pemerintahan sekarang mengatakan kepada Myanmar Times, surat kabar milik negara, sektor swasta diperbolehkan terlibat dalam sektor ini dalam beberapa bulan mendatang.
"Ini adalah keyakinan saya yang tulus bahwa koran [yang diterbitkan swasta] sangat penting untuk sebuah negara demokratis," kata Aung Kyi, yang menggantikan seorang tokoh garis keras terkemuka pekan lalu.
Diangkatnya Aung Kyi disebut sebagai bagian dari perombakan kabinet untuk mempromosikan kaum reformis dalam pemerintahan Myanmar.
Namun Aung Kyi menolak memberikan tanggal yang pasti untuk penerbitan izin publikasi setiap hari untuk kelompok berita sektor swasta. Saat ini di Myanmar banyak pebisnis yang telah berpaling ke web untuk memberikan konten up to date pada para pembaca yang lapar informasi setelah bertahun-tahun pembatasan.
"Saya tulus ingin mencapai pers yang komprehensif yang memenuhi standar internasional," katanya, sambil menyebut undang-undang pers baru yang diusulkan dapat ditunda untuk memberikan waktu untuk konsultasi dengan wartawan dan para ahli.
Pada Agustus lalu Myanmar mengumumkan akhir dari pra-sensor publikasi, yang sebelumnya diterapkan pada segala sesuatu dari surat kabar,lirik lagu, dan bahkan hingga dongeng.
Surat kabar negara, termasuk harian berbahasa Inggris New Light of Myanmar, nampaknya belum tersentuh sama sekali, kecuali untuk peningkatan gosip selebriti, sejak negara itu mulai reformasinya.
Sejak memangku jabatan tahun lalu, Presiden Thein Sein telah mengawali sejumlah langkah dramatis di Myanmar, seperti pembebasan ratusan tahanan politik, Pemilu, serta mengijinkan Aung San Suu Kyi masuk parlemen.
Wartawan dipenjara di bawah junta juga telah dibebaskan dari penjara.
Namun dua jurnal baru-baru ini ditangguhkan izin terbitnya selama dua minggu karena mencetak tanpa persetujuan terlebih dahulu dari sensor, lalu mendorong puluhan wartawan turun ke jalan sebagai protes.
Pemerintah Myanmaar menyatakan akan memperbolehkan koran mempublikasikan berita setiap hari pada awal 2013 nanti, sebagai tanda reformasi baru untuk sektor yang baru dibebaskan dari dekade sensor yang kejam.
Aung Kyi, seorang menteri dalam pemerintahan sekarang mengatakan kepada Myanmar Times, surat kabar milik negara, sektor swasta diperbolehkan terlibat dalam sektor ini dalam beberapa bulan mendatang.
"Ini adalah keyakinan saya yang tulus bahwa koran [yang diterbitkan swasta] sangat penting untuk sebuah negara demokratis," kata Aung Kyi, yang menggantikan seorang tokoh garis keras terkemuka pekan lalu.
Diangkatnya Aung Kyi disebut sebagai bagian dari perombakan kabinet untuk mempromosikan kaum reformis dalam pemerintahan Myanmar.
Namun Aung Kyi menolak memberikan tanggal yang pasti untuk penerbitan izin publikasi setiap hari untuk kelompok berita sektor swasta. Saat ini di Myanmar banyak pebisnis yang telah berpaling ke web untuk memberikan konten up to date pada para pembaca yang lapar informasi setelah bertahun-tahun pembatasan.
"Saya tulus ingin mencapai pers yang komprehensif yang memenuhi standar internasional," katanya, sambil menyebut undang-undang pers baru yang diusulkan dapat ditunda untuk memberikan waktu untuk konsultasi dengan wartawan dan para ahli.
Pada Agustus lalu Myanmar mengumumkan akhir dari pra-sensor publikasi, yang sebelumnya diterapkan pada segala sesuatu dari surat kabar,lirik lagu, dan bahkan hingga dongeng.
Surat kabar negara, termasuk harian berbahasa Inggris New Light of Myanmar, nampaknya belum tersentuh sama sekali, kecuali untuk peningkatan gosip selebriti, sejak negara itu mulai reformasinya.
Sejak memangku jabatan tahun lalu, Presiden Thein Sein telah mengawali sejumlah langkah dramatis di Myanmar, seperti pembebasan ratusan tahanan politik, Pemilu, serta mengijinkan Aung San Suu Kyi masuk parlemen.
Wartawan dipenjara di bawah junta juga telah dibebaskan dari penjara.
Namun dua jurnal baru-baru ini ditangguhkan izin terbitnya selama dua minggu karena mencetak tanpa persetujuan terlebih dahulu dari sensor, lalu mendorong puluhan wartawan turun ke jalan sebagai protes.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




