Kemkominfo Soroti Era Post-Truth

Selasa, 3 November 2020 | 13:24 WIB
CP
FB
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: FMB
Ilustrasi anti-
Ilustrasi anti-"hoax". (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Widodo Muktiyo menyoroti era post-truth di media sosial (medsos). Menurutnya masyarakat kerap menganggap kebenaran sebagai fakta yang tidak penting. Hal ini dapat mempengaruhi pemilih dalam menggunakan hak suara pada Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak 2020.

"Ada situasi di medsos yang sering dikenal era post-truth. Kebenaran fakta tidak penting, yang penting narasi," kata Widodo dalam webinar Pilkada 2020 bertajuk "Menjamin Hak Pilih dan Partisipasi Pemilih", Selasa (3/11/2020). Kegiatan tersebut digelar atas kerja sama Kemkominfo, Berita Satu Media Holdings, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Selain Widodo, para pembicara lainnya yakni Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Akmal Malik, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz, pakar politik dan pemerintahan Fisipol UGM mada Sukmajati, serta pakar kesehatan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat UGM, Riris Andono Ahmad.

"Kita sering menemukan berita-berita black campaign, hoax, dan sebagainya. Itu menganggu, baik dari kampanye maupun hasutan untuk tidak ikut pilkada. Tentu menjadi tugas kita untuk bisa menyadarkan masyarakat dari opini-opini negatif ini. Diseminasi informasi positif harus terus disampaikan," kata Widodo.

Widodo menuturkan pihaknya terus membangun infrastruktur komunikasi hingga ke pelosok daerah. Sebab Indonesia memasuki industri 4.0 yang sepatutnya ditopang sarana infrastruktur kuat. Dikatakan sampai saat ini ada 83.218 desa/kelurahan di Indonesia. "Pada tahun ini kita mencakup 70.670. Masih ada 12.548. Ini akan kita selesaikan pada 2022 atau dua tahun ke depan," ujar Widodo.

Menurut Widodo, pembangunan infrastruktur itu dalam rangka menopang revolusi industri 4.0. "Kita sudah masuk tatanan masyarakat informasi. Di mana diseminasi informasi, edukasi terkait masyarakat yang siap memasuki peradaban baru ini membutuhkan berbagai strategi komunikasi," demikian Widodo. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon