PON XVIII: Peraih Emas Riau Merasa Ditinggalkan Pengurus Perbakin
Minggu, 16 September 2012 | 07:56 WIB
"Jangankan memberikan janji bonus, melihat atlet juara saja tidak datang."
Anang Yulianto, peraih medali emas cabang menembak PON XVIII/2012, merasa kecewa terhadap pengurus Persatuan Berburu dan Menembak Indonesia (Perbakin) Riau yang seakan meninggalkan atletnya pada partai final.
Ditemui usai penyerahan medali di lapangan tembak Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (15/9), Anang tak bisa menyembunyikan kegundahannya karena tidak ada satu pun pengurus Riau di lokasi bertanding. Bahkan, tak ada pengurus yang menyaksikan para atlet bertanding untuk memberikan semangat.
"Saya sedikit kecewa dengan pengurus Perbakin Riau yang tidak memberikan dukungan dan memberikan selamat," katanya.
Pada pertandingan tersebut hanya terlihat pengurus KONI.
"Yang datang hanyalah pengurus KONI, Pak Ahmadsyah, beliau langsung datang dan memberikan semangat," katanya.
Menurut Anang, sudah seharusnya pengurus Perbakin Riau mendukung penuh para atletnya, apalagi pada even nasional sebesar PON. Namun, kepengurusan Perbakin Riau justru seakan tak peduli dengan prestasi tinggi yang telah diraih atletnya.
"Jangankan memberikan janji bonus, melihat atlet juara saja tidak datang," keluhnya.
Petembak Riau menyabet dua medali emas dari cabang menembak lewat nomor standar pistol putra dan beregu.
Penembak andalan Anang Yulianto di nomor standar pistol putra jarak 25 meter. Bahkan, Anang juga memecahkan rekor PON sebelumnya yang diraih oleh penembak dari DKI Jakarta Sonny Prabowo dengan total nilai 569 0x. Selain itu, perolehan nilai Anang juga menyamai rekor Nasional atas nama Herry Keswanto dari Kalimantan Timur dengan nilai 573 0x.
Anang juga menyumbangkan medali di nomor 25 meter beregu, dengan totoal nilai 1674 0x. Dalam nomor itu, Anang bersama penembak Riau lainnya yakni Totok Tri Martono dan Safrin Sihombing.
Anang Yulianto, peraih medali emas cabang menembak PON XVIII/2012, merasa kecewa terhadap pengurus Persatuan Berburu dan Menembak Indonesia (Perbakin) Riau yang seakan meninggalkan atletnya pada partai final.
Ditemui usai penyerahan medali di lapangan tembak Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (15/9), Anang tak bisa menyembunyikan kegundahannya karena tidak ada satu pun pengurus Riau di lokasi bertanding. Bahkan, tak ada pengurus yang menyaksikan para atlet bertanding untuk memberikan semangat.
"Saya sedikit kecewa dengan pengurus Perbakin Riau yang tidak memberikan dukungan dan memberikan selamat," katanya.
Pada pertandingan tersebut hanya terlihat pengurus KONI.
"Yang datang hanyalah pengurus KONI, Pak Ahmadsyah, beliau langsung datang dan memberikan semangat," katanya.
Menurut Anang, sudah seharusnya pengurus Perbakin Riau mendukung penuh para atletnya, apalagi pada even nasional sebesar PON. Namun, kepengurusan Perbakin Riau justru seakan tak peduli dengan prestasi tinggi yang telah diraih atletnya.
"Jangankan memberikan janji bonus, melihat atlet juara saja tidak datang," keluhnya.
Petembak Riau menyabet dua medali emas dari cabang menembak lewat nomor standar pistol putra dan beregu.
Penembak andalan Anang Yulianto di nomor standar pistol putra jarak 25 meter. Bahkan, Anang juga memecahkan rekor PON sebelumnya yang diraih oleh penembak dari DKI Jakarta Sonny Prabowo dengan total nilai 569 0x. Selain itu, perolehan nilai Anang juga menyamai rekor Nasional atas nama Herry Keswanto dari Kalimantan Timur dengan nilai 573 0x.
Anang juga menyumbangkan medali di nomor 25 meter beregu, dengan totoal nilai 1674 0x. Dalam nomor itu, Anang bersama penembak Riau lainnya yakni Totok Tri Martono dan Safrin Sihombing.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




