VIDEO: Obama-Romney Terus Berlomba Kumpulkan Dukungan di 'Swing States'
Senin, 5 November 2012 | 16:26 WIB
Setidaknya, dari 50 negara bagian yang ada, hanya sembilan negara bagian saja, yang benar-benar memengaruhi hasil perolehan suara.
Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang mempertemukan kandidat asal Partai Demokrat, Barack Obama dan pesaingnya dari Partai Republik, Mitt Romney, akan digelar Selasa (6/11) besok. Ratusan pemilih di 50 negara bagian bakal ikut serta dalam hajatan terbesar di Amerika itu.
Tetapi, tidak semua negara bagian memiliki andil besar atas nasib para calon presiden. Setidaknya, dari 50 negara bagian yang ada, hanya sembilan negara bagian saja, yang benar-benar memengaruhi hasil perolehan suara. Di antaranya yakni Ohio, Florida dan Virginia. Negara-negara bagian berpengaruh itu disebut "swing states".
Karena itu, wajar rasanya, menjelang detik-detik terakhir pemilihan presiden, baik Obama ataupun Romney begitu bersemangat melancarkan kampanyenya di negara-negara tersebut.
Norm Ornstein, analis American Enterprise Institute mengatakan bahwa hingga kini kedua kandidat presiden masih memperebutkan suara di swing states.
"Keduanya masih berpotensial mencuri hati rakyat. Karena popularitas kedua calon sangat imbang," ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk menjadi presiden, seorang kandidat memerlukan sebanyak 270 dari total 538 electoral college. "Dalam politik Amerika, Anda bisa mendapatkan suara terbanyak. Tetapi, hal itu bukanlah jaminan bagi Anda memenangi pemilu, karena Anda juga harus memengani electoral college," jelasnya.
Dalam electoral college, lanjut Ornstein, analis Associated Press telah memprediksi bahwa Obama sudah mengamankan 237 suara, sementara Romney hanya 191.
"Dan untuk menggenapkan menjadi 270 suara, kedua kandidat harus memenangkan hati warga swing states, "lanjutnya.
Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang mempertemukan kandidat asal Partai Demokrat, Barack Obama dan pesaingnya dari Partai Republik, Mitt Romney, akan digelar Selasa (6/11) besok. Ratusan pemilih di 50 negara bagian bakal ikut serta dalam hajatan terbesar di Amerika itu.
Tetapi, tidak semua negara bagian memiliki andil besar atas nasib para calon presiden. Setidaknya, dari 50 negara bagian yang ada, hanya sembilan negara bagian saja, yang benar-benar memengaruhi hasil perolehan suara. Di antaranya yakni Ohio, Florida dan Virginia. Negara-negara bagian berpengaruh itu disebut "swing states".
Karena itu, wajar rasanya, menjelang detik-detik terakhir pemilihan presiden, baik Obama ataupun Romney begitu bersemangat melancarkan kampanyenya di negara-negara tersebut.
Norm Ornstein, analis American Enterprise Institute mengatakan bahwa hingga kini kedua kandidat presiden masih memperebutkan suara di swing states.
"Keduanya masih berpotensial mencuri hati rakyat. Karena popularitas kedua calon sangat imbang," ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk menjadi presiden, seorang kandidat memerlukan sebanyak 270 dari total 538 electoral college. "Dalam politik Amerika, Anda bisa mendapatkan suara terbanyak. Tetapi, hal itu bukanlah jaminan bagi Anda memenangi pemilu, karena Anda juga harus memengani electoral college," jelasnya.
Dalam electoral college, lanjut Ornstein, analis Associated Press telah memprediksi bahwa Obama sudah mengamankan 237 suara, sementara Romney hanya 191.
"Dan untuk menggenapkan menjadi 270 suara, kedua kandidat harus memenangkan hati warga swing states, "lanjutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




