Emil Salim Ajak Ketua OSIS Bersiap Hadapi Tantangan Zaman

Selasa, 6 November 2012 | 15:23 WIB
QS
FB
Penulis: Qonita Salsabila | Editor: FMB
Emil Salim saat berbicara di ajang ISLC (Indonesia Student Leadership Camp) UI 2012 yang dihadiri 100 ketua OSIS terpilih se-Indonesia.
Emil Salim saat berbicara di ajang ISLC (Indonesia Student Leadership Camp) UI 2012 yang dihadiri 100 ketua OSIS terpilih se-Indonesia. (Istimewa)
“Anak-anak muda itu harus penuh kreativitas, berani melihat masalah dan berani pula memecahkan masalah."

Menghadapi masa depan Indonesia yang akan menjadi negara maju di dunia, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup, Prof Dr Emil Salim, SE meminta semua pihak untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman, terutama kaum muda.

Hal tersebut disampaikan Emil pada acara ISLC (Indonesia Student Leadership Camp) UI 2012 yang dihadiri 100 ketua OSIS terpilih se-Indonesia.

Indonesia Student Leadership Camp merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh UI Student Development Program Universitas Indonesia, dengan mengundang 100 Ketua OSIS terpilih se-Indonesia untuk mengasah soft skills dan kepemimpinan para peserta.

Emil Salim mengharapkan, anak-anak muda tanah air mempersiapkan diri untuk memimpin Indonesia di masa yang akan datang.

“Kalau kau tidak punya ilmu, akan habis kau di tahun 2034 nanti,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Emil juga berpesa agar generasi muda harus kreatif dalam melihat masalah.

“Anak-anak muda itu harus penuh kreativitas, berani melihat masalah dan berani pula memecahkan masalah," bebernya.

Emil Salim memberikan contoh ketika beliau di Kalimantan, seorang pemuda bercerita kepadanya bahwa sungai di daerahnya ketika dipakai mandi pada jam tertentu akan mengakibatkan gatal-gatal. Emil Salim mengajak anak muda tersebut mencari solusinya, apa penyebabnya, dan temukan solusinya. Jadi seorang anak muda tidak hanya melihat masalah tetapi juga berani memberikan solusi atas permasalahan yang ia angkat.

Selain itu Emil Salim juga memandang tawuran adalah perilaku yang buruk untuk anak muda, disitulah tugas Ketua OSIS untuk menangani dan menghentikan tawuran di sekolahnya masing-masing.

“Kalau tawuran beradulah dengan otak, dengan brain power. Menggunakan batu dan kayu itu adalah hal yang kuno,” kata Emil Salim.

Pada usia muda ini Emil Salim berharap anak muda sudah menentukan masa depannya di usia 20 tahun. Sehingga di usia 40 tahun, mereka dapat menentukan untuk menjadi apa.

Emil mencontohkan Presiden Soekarno, pada usia 20 tahun, ia memilih untuk kuliah di ITB. Pada usia 40 tahunan, soekarno menjadi Presiden RI Pertama di usia 44 tahun.

“Gelar Insiyur tidak gampang dicapai pada saat itu, tapi ia berhasil mencapainya,” ujar Emil Salim.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon