Jadi "Whistle Blower", Karier Politik Anas Masih Bisa Terselamatkan
Sabtu, 2 Maret 2013 | 13:45 WIB
Jakarta - Wartawan senior, Budiarto Shambazy, berpendapat, untuk saat ini tidak ada lagi harapan bagi mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat, Anas Urbaningrum untuk menyelamatkan karier politiknya.
"Dia sudah bukan Ketua Umum, sudah bukan anggota DPR, sudah dilibas oleh kubu SBY. Selesai sudah dia, tidak ada harapan," ujarnya dalam diskusi bertajuk Efek Anas Makin Panas, di Cikini, Jakarta, Sabtu (2/3).
Satu-satunya opsi untuk Anas, menurut Budiarto, adalah menjadi whistle blower. "Dia bisa datang ke KPK, minta diperiksa KPK dan janji mau mengungkapkan siapa saja, itu masih bisa selamat. Karena bagaimanapun, dia sudah tersangka, KPK tidak pernah salah menjadikan seseorang tersangka, dia akan diadili, tunggu aja vonis. Setelah vonis, dia masih punya harapan berkarier di politik," imbuhnya.
Budiarto yang biasa dipanggil Baz juga menambahkan, sebenarnya apa yang dikatakan Anas sama saja dengan apa yang dikatakan oleh Nazaruddin. Ia juga meyakini Anas tidak mungkin berani mengungkapkan seluruhnya. Anas, lanjut Baz, lebih pada mencari deal-deal politik.
"Saya tidak menyarankan dia lakukan deal. Jangan menyerah. Yang paling baik adalah minta diperiksa KPK siap menjadi whistle blower. Sudah pasrah saja," sarannya.
Dengan menyerah, lanjut Baz, Anas masih mempunyai harapan berkarier di politik setelah menjalani hukuman. "Kira-kira setelah 2014, karena ini kan status quo sampai 2014. Tarik ulur aja terus. Dia punya kesempatan jadi whistler blower. Politik sudah berubah terus, bisa saja dia jadi pahlawan istilahnya from zero to hero. Itu masih ada harapan untuk kembali mungkin 2019," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




