Tjandra Yoga Ungkap Harapan Optimisme Kendalikan Covid-19 di 2022
Sabtu, 1 Januari 2022 | 12:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki tahun 2022 setidaknya terdapat lima optimisme menyangkut penanggulangan pandemi Covid-19 pada tahun ini. Seperti dipaparkan oleh Direktur Pasca Sarjana Universitas Yarsi Prof Tjandra Yoga Aditama, optimisme patut dikedepankan menghadapi penanganan Covid-19.
Memasuki tahun 2022, setidaknya semakin banyak penduduk di seluruh dunia, termasuk Indonesia yang sudah mendapatkan vaksinasi pada tahun ini. Kendati tidak sepenuhnya merata, WHO mentargetkan di pertengahan 2022 seluruh negara sudah memvaksinasi setidaknya 70% penduduknya, di mana untuk Indonesia maka angka cakupannya akan lebih dari itu.
Baca Juga: Penanganan Covid-19 Berubah-ubah, Ini Kata Jokowi
Vaksinasi yang memadai ,apalagi bersama dengan penerapan protokol kesehatan, tentu akan punya tiga dampak penting:
- Akan mengurangi kemungkinan tertular, atau setidaknya mengurangi kemungkinan jatuh sakit berat dan kematian.
- Akan mengurangi penularan di masyarakat sehingga situasi epidemiologi di dalam negara dan antar negara dapat lebih terkendali.
- Dengan terbatasnya penularan di masyarakat maka kita dapat berharap bahwa kemungkinan terjadinya mutasi baru dapat lebih kecil.
Sementara itu diharapkan bakal semakin banyak obat Covid-19 oral yang bisa digunakan oleh masyarakat.
"Kita tahu sekarang setidaknya sudah ada Molnupiravir buatan Merck dan juga Paxlovid buatan Pfizer, sebagian juga akan ada di negara kita. Sepanjang 2022 maka ke dua obat ini tentu akan makin banyak diproduksi dan luas digunakan di dunia. Selain itu, kita dapat berharap akan ada lagi obat Covid-19 yang mungkin juga akan ditemukan dan digunakan di dunia, baik yang suntikan maupun yang oral," ujar Prof Tjandra yang juga Mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini.
"Kita juga dapat berharap akan ada jenis vaksin baru yang lebih mudah digunakan, tanpa suntikan, misalnya dalam bentuk inhalasi atau oral dan lain-lain. Penelitian sudah dimulai dan memang sampai akhir tahun 2021 belum ada produk yang sudah selesai, tetapi kita dapat berharap akan ada produk akhir di tahun 2022 ini. Selain itu, bukan tidak mungkin akan ada vaksin yang lebih baik efikasinya, baik kalau dilakukan modifikasi bila diperlukan atau mungkin saja teknologi platform yang baru," paparnya.
Baca Juga: Peran Pemuka Agama dalam Penanganan Covid-19 Diapresiasi
Lebih lanjut Prof Tjandra menyatakan bahwa cara diagnosis Covid-19 yang lebih mudah juga diharapkan terus berkembang, sesuai perkembangan teknologi diagnostik yang ada. Diharapkan akan ada metode pengambilan sampel yang lebih nyaman bagi kita. Berbagai alat diagnosis yang dapat digunakan di rumah juga mulai digunakan di banyak negara, mudah-mudahan juga nanti dapat tersedia di Indonesia.
"Dengan pengalaman tantangan berat di tahun 2020 dan 2021 maka kita dapat berharap agar dunia dapat meningkatkan kolaborasi dan kerjasamanya dalam menjaga kesehatan dunia pada tahun 2022 ini. Dalam hal ini, Indonesia yang memegang Presidensi G20 jelas punya peran amat besar, untuk memimpin tata ulang arsitektur kesehatan global. Kita punya pengalaman panjang dalam diplomasi kesehatan internasional Indonesia, dan tentunya hal ini akan memberi peran penting bagi kesehatan dunia dan akan mengharumkan nama bangsa dan negara," tuturnya.
Pandemi adalah masalah dunia, hanya dengan kesadaran, komitmen dan kerja bersama negara-negara di dunia maka kita dapat bergerak bersama ke akhir pandemi Covid-19 yang bermula sejak 11 Maret 2020 yang lalu di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




