Cegah Penularan Omicron, Wapres: Tak Ada Dispensasi Karantina
Kamis, 6 Januari 2022 | 10:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan dispensasi apa pun dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 varian Omicron di Indonesia.
Pemerintah saat ini terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron, di antaranya melakukan karantina seluruh pelaku perjalanan internasional tanpa terkecuali.
"Tidak boleh ada lagi dispensasi. Apalagi ada indikasi-indikasi terpapar, masuk itu ke karantina," kata Wapres seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet, Kamis (6/1/2022).
Ia mengatakan, saat ini sudah ada indikasi transmisi lokal. Untuk itu, langkah antisipasi meningkatnya penyebaran harus terus dilakukan, khususnya di daerah.
Baca Juga: Kasus Omicron di DKI Capai 251, Mayoritas dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri
"Karena sudah mulai ada transmisi lokal, maka kita, khususnya daerah-daerah sudah harus mulai mengantisipasi terjadinya penularan itu," tegasnya.
Pemerintah pusat, lanjut Wapres, saat ini terus mengantisipasi meluasnya penyebaran Omicron dengan tetap menggencarkan pelaksanaan protokol kesehatan dan program vaksinasi.
"Kita sudah akan memulai untuk pertengahan Januari 2022 memberikan suntikan booster, untuk vaksinasi tahap ketiga," kata Wapres.
Baca Juga: Omicron, Pemerintah Larang WNA dari 14 Negara Masuk Indonesia
Selain itu, peningkatan level pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa daerah melalui instruksi menteri dalam negeri (inmendagri) dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga menjadi bagian dari upaya mencegah lonjakan kasus Omicron. Hal ini agar seluruh masyarakat tetap aman, khususnya anak-anak yang sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung.
"Saya kira di dalam negeri kita seperti itu, melalui upaya-upaya dan juga PeduliLindungi, sehingga mereka yang masuk di sekolah itu memang sudah steril," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




