Akibat Hujan Salju Lebat, Istanbul Larang Kendaraan Pribadi
Rabu, 26 Januari 2022 | 22:56 WIB
Istanbul, Beritasatu.com- Otoritas Kota Istanbul terbesar di Turki mengumumkan larangan kendaraan pribadi melintas di jalan pada Selasa (25/1/2022) karena hujan salju yang lebat. Seperti dilaporkan Xinhua, Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengatakan bahwa kendaraan pribadi tidak akan diizinkan memasuki lalu lintas sampai pukul 1 siang.
Sementara pekerja publik diberikan cuti hingga Rabu untuk meminimalkan perjalanan.
Yerlikaya menambahkan bahwa hanya transportasi umum yang akan beroperasi di seluruh kota berpenduduk sekitar 16 juta orang itu. Bus dihentikan hingga Rabu dan kendaraan yang datang dari barat kota dilarang.
Ribuan orang terdampar di jalan-jalan selama jam-jam sibuk pada Senin sore ketika badai salju menghantam pusat keuangan itu.
Baca Juga: Hujan Salju Lebat, Bandara Istanbul Ditutup
Kantor Gubernur Istanbul mengatakan bahwa lebih dari 5.000 warga dievakuasi sementara lebih dari 3.000 lainnya dibawa ke hotel, wisma dan tempat penampungan lainnya hingga pagi.
Otoritas setempat melarang masuk dan keluar kota karena badai salju. Bandara Istanbul menangguhkan semua penerbangan hingga pukul 1 siang. pada hari Selasa, sementara keberangkatan dari terminal bus terbesar di Istanbul juga dihentikan.
Yerlikaya mencuit di Twitter bahwa kondisi cuaca buruk akan berlanjut pada Selasa, mengutip laporan meteorologi terbaru.
"Kami sudah di sini lebih dari 24 jam," kata Selim Kilik, yang berencana terbang ke Paris minggu ini. Dia mengeluh tentang kurangnya staf dan informasi.
Baca Juga: Badai Salju Terjang Pantai Timur AS, Ribuan Penerbangan Dibatalkan
Seorang juru bicara bandara mengatakan penerbangan terbatas dimulai sekitar pukul 1 siang waktu setempat setelah penundaan 22 jam, dan penerbangan terjadwal akan dilanjutkan sekitar tengah malam.
Turkish Airlines sebelumnya menyatakan telah menghentikan semua penerbangan hingga tengah malam.
Ugurcan Guller, yang sedang menunggu penerbangan domestik, mengatakan penumpang yang terdampar memiliki masalah dengan bagasi, tiket, dan makanan di Bandara Istanbul.
"Kami telah tidur di lantai dengan sedih sejak kemarin. Kami meminta pihak berwenang untuk menemukan solusi bagi kami," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




