1,9 Juta Kendaraan Masuk Jabodetabek Saat Arus Balik
Rabu, 4 Mei 2022 | 19:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polri memprediksi sebanyak 1.979.127 kendaraan kembali ke Jabodetabek saat arus balik Lebaran 2022. Hal tersebut diketahui dari data saat arus mudik Lebaran 2022 yang dihimpun dari 22 April hingga 2 Mei 2022.
"Polri telah mengantisipasi jumlah kendaraan yang akan kembali atau arus balik menuju Jabodetabek dengan memperhatikan jumlah kendaraan yang keluar pada arus mudik dengan total sebanyak 1.979.127 kendaraan," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan saat konferensi pers, Rabu (4/5/2022).
Baca Juga: Polri Siapkan 7 Langkah Antisipasi Kemacetan Arus Balik Lebaran
Sebelumnya, Polri berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan stakeholder lainnya telah menyiapkan tujuh langkah untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas saat arus balik mudik Lebaran 2022.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan, ada tujuh langkah yang akan diterapkan dalam rangka mengupayakan keamanan, keselamatan, kenyamanan masyarakat ketika arus balik Lebaran.
"Pertama, penerapan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) mulai Km 414 atau Gerbang Tol Kalikangkung sampai dengan Km 70 Gerbang Tol Cikampek Utama," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/5/2022).
Dikatakan Dedi, apabila volume kendaraan sangat padat menuju Jakarta, maka sejak Jumat, 6 Mei 2022 pukul 14.00 hingga 24.00 WIB akan diberlakukan kebijakan satu arah dimulai dari GT Kalikangkung Km 414 sampai dengan Tol Cikampek Km 47, dan juga diteruskan dengan contra flow sampai dengan Km 28,5.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran, Ini Pesan Kakorlantas untuk Pemudik
Kemudian, rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional pada puncak arus balik yang diprediksi pada Sabtu, 7 Mei dan Minggu, 8 Mei 2022.
"Langkah kedua tentunya Polri, Kemenhub serta stakeholder terkait terus-menerus menyosialisasikan rute alternatif menuju Bandung dari Jakarta saat penerapan one way," ucapnya.
Langkah ketiga yaitu mengimbau kepada masyarakat untuk menggunakan rute alternatif dan tidak menunggu selesainya satu arah di pintu masuk gerbang tol. Sehingga, tidak terjadi penumpukan kendaraan.
Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, langkah keempat yaitu dengan melakukan implementasi manajemen tempat istirahat atau rest area.
Baca Juga: Erick Thohir Ingin Pastikan Arus Balik Berjalan Baik
Langkah tersebut dinamakan rest area management system (RAMS) yang tujuannya untuk menginfokan kapasitas parkir kepada pengendara sebelum masuk rest area.
"Kelima, mengimbau masyarakat tidak berhenti di bahu jalan jika tidak dapat beristirahat di rest area. Diharapkan dapat
memanfaatkan rest area yang berada di kota terdekat dengan keluar terlebih dahulu di gerbang tol terdekat," imbuhnya.
Mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu mengatakan, langkah keenam yaitu terkait jaminan ketersediaan bahan bakar minyak, bengkel, serta fasilitas lainnya untuk membantu masyarakat ketika mengalami kendala dengan kendarannya.
"Memastikan ketersediaan BBM, BBM modular atau pertashop, BBM motorist, bengkel motorist, layanan top up, posko layanan, pasokan listrik," tutur Dedi.
Terakhir, Dedi menyampaikan langkah pencegahan kemacetan saat arus balik ialah dengan meminimalisasi hambatan di rute alternatif, sehingga kapasitas jalan bisa digunakan optimal oleh volume kendaraan yang dialihkan ke ruas-ruas jalan alternatif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




