ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Eks TGIPF Kanjuruhan Minta Polisi Ungkap Rekaman 2,5 Jam yang Hilang

Minggu, 13 November 2022 | 18:00 WIB
MR
FB
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: FMB
Suporter Arema FC (Aremania) menyalakan flare atau api suar sesaat sebelum mengikuti doa bersama dalam peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan di halaman Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu, 9 November 2022.
Suporter Arema FC (Aremania) menyalakan flare atau api suar sesaat sebelum mengikuti doa bersama dalam peringatan 40 hari Tragedi Kanjuruhan di halaman Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Rabu, 9 November 2022. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Eks anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Akmal Marhali meminta kepolisian mengungkap adanya rekaman video CCTV dengan durasi 2 jam 30 menit yang hilang saat terjadinya tragedi Kanjuruhan. Hilangnya rekaman tersebut merupakan salah satu catatan TGIPF kepada kepolisian untuk diusut tuntas.

Hal itu disampaikan Akmal dalam agenda rilis survei Indikator Politik Indonesia bertajuk Tragedi Kanjuruhan dan Reformasi PSSI. Rilis survei disampaikan secara daring lewat akun Youtube Indikator Politik Indonesia, Minggu (13/11/2022).

"Kita masih memberikan catatan kepada kepolisian terkait hilangnya rekaman video sepanjang 2 jam 30 menit yang terjadi di luar," kata Akmal.

Akmal menerangkan, dari temuan pihaknya, ada 32 CCTV di Stadion Kanjuruhan. Dia lalu mengungkapkan, ada satu CCTV yang berada di luar stadion. Pada titik tersebut, ada momen pemain Persebaya Surabaya yang hendak diangkut keluar menggunakan Barracuda dari Stadion Kanjuruhan usai pertandingan melawan Arema FC, Sabtu (1/10/2022).

ADVERTISEMENT

Ketika sampai di titik pintu keluar, mobil Barracuda dihalangi oleh banyak suporter di luar Stadion Kanjuruhan. Hal tersebut membuat jalannya kendaraan menjadi terhambat. Hanya saja, video CCTV tersebut kemudian hilang.

"Tapi setelah itu 2 jam 30 menit videonya hilang dan kita kemudian hanya bisa melihat setelah itu gambar altar atau jalan di luar stadion sudah bersih semua, sudah tidak ada lagi pagar pembatasnya, sudah tidak ada lagi sampah-sampah berserakan," ujar Akmal.

Bahkan, dia mengungkapkan sudah tidak ada lagi kendaraan dan orang-orang di area Stadion Kanjuruhan setelah 2 jam 30 menit kemudian. Misteri rekaman yang hilang tersebut menurutnya mesti diungkap oleh kepolisian.

"Jadi sudah sepi 2 jam 30 menit. Ini merupakan PR terbesar yang harus diungkap polisi. Ada apa di 2 jam 30 menit yang hilang itu?," tutur Akmal.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon