Ekonomi Melambat, Penjualan Mobil Bekas Malah Naik
Selasa, 6 Oktober 2015 | 20:34 WIB
Jakarta - Tahun 2015 menjadi masa sulit bagi industri otomotif nasional dalam segi penjualan. Bahkan, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) harus merevisi target penjualan menyusul turunnya penjualan ritel. Sebaliknya, pebisnis otomotif yang bermain di kelas mobil seken atau bekas justru mengalami peningkatan penjualan dibandingkan tahun lalu.
Senior Manager Marketing Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih mengatakan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) justru membuat industri mobil seken semakin bertumbuh.
"Setelah IIMS (Indonesia Internasional Motor Show) dan GIIAS (GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), penjualan mobil seken di WTC Mangga Dua lebih bagus. Untuk bulan September 2015 saja ada 2.500 unit yang terjual, sementara di periode yang sama pada tahun lalu, penjualannya hanya 2.300 unit," ungkap Herjanto Kosasih di Jakarta, Selasa (6/10).
Selain karena harganya yang relatif lebih stabil, meningkatnya penjualan mobil seken setelah pameran otomotif tersebut menurut Herjanto lantaran ada beberapa perusahaan otomotif yang menunda peluncuran mobil seri terbarunya, sehingga masyarakat memilih untuk membeli mobil seken dulu. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya lembaga pembiayaan atau leasing yang mulai melirik sektor pembiayaan mobil seken.
"Dengan melihat tren penjualan yang semakin baik, kami optimistis target penjualan sebanyak 30.000 unit di tahun 2015 ini akan terlampaui. Karena sampai September saja sudah ada 27.000-an unit mobil seken yang terjual," ujar Herjanto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




