ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Juara Olimpiade Soroti Gap yang Jauh di Ganda Campuran Indonesia

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 11:47 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Apriyani Rahayu dan Tontowi Ahmad.
Apriyani Rahayu dan Tontowi Ahmad. (Antara)

Kudus, Beritasatu.com - Juara Olimpiade 2016 Tontowi Ahmad menyoroti gap atau jarak yang terlalu jauh pada regenerasi ganda campuran Indonesia yang membuat sektor itu sulit bersaing di level atas.

Indonesia saat ini belum lagi memiliki ganda campuran yang dapat diandalkan pada berbagai turnamen internasional maupun super series level atas BWF.

"Yang kurang dari ganda campuran sekarang adalah dari regenerasinya menurut saya. Jadi, sewaktu saya sama Butet (sapaan akrab Liliyana Natsir) misalnya, saya waktu itu nomor satu, seharusnya estafetnya ke peringkat kedua atau ketiga Indonesia," kata Tontowi ditemui di sela-sela Audisi Umum PB Djarum di Kudus, Jumat (21/10/2022).

"Tetapi, sekarang berbeda. Tongkat estafet jatuh ke ke nomor empat atau lima, sementara negara lain pemainnya masih sama," kata mantan salah satu ganda campuran terkuat di dunia ini.

ADVERTISEMENT

Setelah Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad pensiun, Indonesia sebetulnya masih mempunyai Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang kini berada di posisi ke-5 dunia, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (23) sebagai penggantinya.

Praveen/Melati menjadi satu-satunya pasangan ganda campuran Indonesia -setelah pensiunnya Liliyana/Tontowi- yang bisa menyumbang gelar di turnamen besar saat memenangi All England 2020. Namun setelah itu, prestasi ganda campuran Indonesia terjun bebas, tak ada satu pun gelar yang berhasil diraih.

Sayangnya, dua pasangan tersebut kini sudah terdegradasi dari Pelatnas PBSI sehingga ganda campuran senior pelatnas saat ini diisi oleh Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari yang kini duduk di peringkat ke-15, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso (29), dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati (30).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Erick Thohir Motivasi Atlet Harus Punya Mimpi Juara Olimpiade

Erick Thohir Motivasi Atlet Harus Punya Mimpi Juara Olimpiade

SPORT
Momen Juara Olimpiade Tegang Lawan Legenda Bulu Tangkis

Momen Juara Olimpiade Tegang Lawan Legenda Bulu Tangkis

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon