Idulfitri Berbarengan Nyepi, Muhammadiyah Imbau Tanpa Takbir Keliling
Selasa, 17 Maret 2026 | 20:48 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau warga Muhammadiyah di Bali untuk tidak menggelar takbir keliling menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Imbauan ini disampaikan karena malam Idulfitri tahun ini bertepatan dengan perayaan hari raya Nyepi yang dijalankan umat Hindu di Bali.
Sebelumnya, Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Idulfitri jatuh pada Jumat (20/32026). Haedar berharap warga Muhammadiyah, khususnya yang berada di Bali, dapat mengedepankan sikap toleransi serta menghormati umat Hindu yang tengah menjalankan ibadah Nyepi.
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kami menyampaikan khususnya kepada seluruh keluarga besar dan simpatisan Muhammadiyah dan mudah-mudahan juga bermanfaat untuk kaum Muslimin Idulfitri 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026,” ujar Haedar di Yogyakarta, Senin (16/3/2026).
Haedar menjelaskan pelaksanaan salat Idulfitri tetap dapat dilaksanakan seperti biasa, baik di lapangan maupun di masjid apabila kondisi tidak memungkinkan dilakukan di ruang terbuka. “Kami persilakan untuk melakukan salat Idulfitri di lapangan atau manakala kondisi tidak memungkinkan di suatu tempat di masjid atau tempat-tempat yang memang bisa untuk melaksanakan salat Id,” katanya.
Namun, secara khusus Haedar meminta warga Muhammadiyah serta pengurus masjid di Bali untuk tidak menggelar takbir menggunakan pengeras suara maupun takbir keliling sebagai bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang sedang menjalankan Nyepi.
“Khusus untuk warga Muhammadiyah dan takmir-takmir masjid Muhammadiyah di Bali untuk dengan dan atas nama toleransi tidak melakukan takbir sendiri atau takbir yang menggunakan pengeras suara. Bolehlah untuk kali ini takbir di rumah atau di masjid-masjid,” ujarnya.
Selain itu, Haedar juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati apabila terdapat perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri di tengah masyarakat. “Manakala ada perbedaan dalam pelaksanaan Idulfitri kami menghargai dan kami mohon untuk saling menghargai,” kata Haedar.
Ia berharap seluruh umat Islam tetap menjaga kerukunan serta menggunakan fasilitas publik secara bijak dalam pelaksanaan salat Idulfitri sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan damai dan saling menghormati.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
3 Prajurit Gugur, TNI AD Berduka!
Liburan Sambil Belajar Sains Lewat Museum Iptek TMII
3
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
TNI Menunggu Hasil Investigasi Terkait Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon




