ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kutuk Serangan di Lebanon, Menlu Sugiono Minta DK PBB Rapat Darurat

Sabtu, 4 April 2026 | 21:57 WIB
MH
SL
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: LES
Menlu Sugiono mengecam keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang menewaskan prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon.
Menlu Sugiono mengecam keras serangan Israel di Lebanon Selatan yang menewaskan prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon. (Beritasatu.com/Ricki Putra Harahap)

Jakarta, Beritasatu.com -  Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, menegaskan bahwa pasukan TNI yang bertugas di Lebanon merupakan pasukan penjaga perdamaian (peace keeping). Ia menyebut para prajurit tersebut memiliki batasan jelas dalam hal perlengkapan senjata maupun jenis latihan sesuai mandat PBB.

"Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk peace-making (menciptakan perdamaian melalui kekuatan senjata). Perlengkapan dan latihan mereka murni untuk menjaga situasi damai yang ada," ujar Sugiono usai upacara persemayaman tiga prajurit gugur di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026).

Menlu Sugiono mendesak adanya jaminan keamanan absolut bagi para prajurit yang bertugas di zona berisiko tinggi tersebut. Ia berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lebih serius dalam melindungi nyawa personel yang menjalankan misi internasional demi stabilitas dunia.

ADVERTISEMENT

"Harus ada satu guarantee keamanan bagi prajurit karena mereka adalah peace-keeping, bukan peace-making. Ini merupakan mandat resmi dari PBB," tegasnya.

Menindaklanjuti situasi kritis ini, Pemerintah Indonesia melalui Perwakilan Tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan PBB segera menggelar rapat luar biasa. Langkah ini bertujuan membahas protokol keamanan pasukan penjaga perdamaian di wilayah Lebanon secara menyeluruh.

Sugiono menyatakan bahwa Prancis, selaku pemegang urusan (penholder) Lebanon di Dewan Keamanan PBB, telah menyetujui penyelenggaraan rapat darurat tersebut. Kesepakatan ini menjadi langkah diplomatik penting bagi Indonesia dalam menekan pihak-pihak yang bertikai.

"Intinya, pertama kita mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian, dalam hal ini UNIFIL. Kedua, kita menuntut dilakukan investigasi menyeluruh atas insiden yang terjadi," kata Sugiono secara lugas.

Upaya diplomatik ini dilakukan seiring dengan meningkatnya eskalasi konflik di perbatasan Lebanon yang mengancam keselamatan personel internasional. Indonesia tetap berkomitmen pada misi perdamaian dunia namun menuntut perlindungan maksimal bagi setiap prajuritnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon