Selalu Unggul di Lembaga Survei, Prabowo-Gibran Dinilai Bukan Dinasti Politik
Selasa, 28 November 2023 | 22:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming selalu unggul dan mendominasi hasil survei dari beberapa lembaga survei pada November 2023 ini. Pasangan Prabowo-Gibran pun dinilai bukan hadir untuk membangun dinasti politik.
Hal ini disampaikan oleh pengamat politik Universitas Indonesia Meidi Kosandi yang menyebutkan Gibran yang merupakan putra Presiden Jokowi maju sebagai pendamping Prabowo bukanlah dalam rangka membangun dinasti politik.
"Karena dinasti politik sendiri itu dapat diartikan sebagai upaya dalam memonopoli kekuasaan. Prabowo-Gibran tak lakukan itu dan isu dinasti politik terhadap tingginya survei untuk Prabowo-Gibran, saya rasa tidak terlalu berpengaruh terhadap dukungan masyarakat," ujar Meidi kepada wartawan, Selasa (28/11/2023).
Diketahui, berdasarkan hasil dari berbagai lembaga survei pada medio November 2023, pasangan Prabowo-Gibran menduduki posisi pertama dengan persentase sekitar 40 persen. Terakhir hasil survei SPIN pasangan nomor urut 2 ini, mendapatkan dukungan 43 persen. Sementara pada hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN), pasangan Prabowo-Gibran memperoleh suara 42,1 persen.
Meidi mengungkapkan para pemilih pasangan Prabowo-Gibran, hampir sebagian besar merupakan pemilih loyal Prabowo pada dua pemilu terakhir. Karena itu, kata dia, politik dinasti yang dikaitkan dengan Gibran sebagai pasangan Prabowo tidak terlalu berpengaruh. Hal ini pun sangat jelas terlihat dari berbagai hasil survei dari lembaga survei.
"Saya kira masyarakat yang mendukung memang tidak terpengaruh dengan dinasti politik," tandas Meidi.
Meidi kembali menegaskan bahwa pasangan Prabowo-Gibran bukanlah dinasti politik karena tidak ada upaya memonopoli kekuasaan. Apalagi, kata dia, dalam praktik Pemilu 2024 saat ini bukan upaya untuk mempertahankan kekuasaan politik di tangan dinasti karena telah melalui proses demokrasi, sehingga lebih cocok disebut dengan political clan.
"Jadi tidak terlihat adanya monopoli kekuasaan tetapi lebih ke aspirasi keluarganya (Jokowi) untuk ikut pemilihan. Jadi, masyarakat tidak terpengaruh dengan isu dinasti politik," ungkap dia.
Lebih lanjut, Meidi mengatakan secara teoritis, karakteristik pemilih Prabowo-Gibran cenderung dari perdesaan, dalam hal ini pemilih loyal Prabowo. Sementara, generasi milenial (generasi Z) yang merupakan para pemilih Gibran. Selain itu, pasangan Prabowo-Gibran juga sudah berjanji akan melanjutkan program pemerintah saat ini.
"Pemilih loyal dari pedesaan yang pemilu-pemilu sebelumnya mendukung Prabowo sebagian besar masih setia. Ditambah pula pendukung baru yang setuju dengan kebijakan pemerintah," pungkas Meidi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




