ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tim Hukum Prabowo-Gibran Tak Keberatan MK Panggil 4 Menteri dalam Sidang PHPU Pilpres 2024

Senin, 1 April 2024 | 21:34 WIB
MP
R
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: RZL
Wakil ketua tim kuasa hukum Prabowo-Gibran, Otto Hasibuan.
Wakil ketua tim kuasa hukum Prabowo-Gibran, Otto Hasibuan. (Beritasatu.com)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil ketua tim kuasa hukum Prabowo-Gibran, Otto Hasibuan memberikan tanggapan terkait pemanggilan empat menteri Kabinet Indonesia Maju untuk memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024, Jumat (5/4/2024). Otto Hasibuan menyebut pihaknya tidak masalah dengan hal tersebut.

"Kami terus terang saja fine-fine saja, bahkan kami mungkin lebih yakin kalau menterinya bersedia datang. Semuanya akan lebih jelas dan tuntas," ujar Otto kepada awak media di Mahkamah Konstitusi, Senin (1/4/2024) sore.

Keempat menteri yang dijadwalkan dipanggil, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Selain itu, MK juga memanggil Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

ADVERTISEMENT

Otto menjelaskan kedatangan para menteri ini akan menguntungkan pihaknya karena mereka dapat memberikan keterangan secara menyeluruh.

"Kalau para menteri ini datang, kami tidak capek lagi mencari saksi-saksi yang lain. Kalau saksi-saksi yang lain kan pasti hanya sifatnya sepotong-sepotong, tetapi kalau sudah menteri menjelaskan ya tuntas," terang Otto.

"Jadi mudah-mudahan kalau mereka datang hari Jumat, para menteri ini bersaksi, kami akan mendapat posisi yang lebih baik karena semua menteri-menteri itu akan menjelaskan yang sebenarnya, yang menurut kami tidak ada masalah dalam kasus ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua MK Suhartoyo menegaskan pemanggilan ini tidak didasarkan pada permohonan dari pihak terkait dengan perkara ini, melainkan sebagai bagian dari proses persidangan yang objektif.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon