3 Srikandi Bersaing di Pilgub Jatim, Pengamat: Masyarakat Islam Sudah Terbuka dengan Kepemimpinan Perempuan
Sabtu, 31 Agustus 2024 | 11:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat psikologi politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Mohammad Abdul Hakim, memberikan pandangannya mengenai Pilgub Jawa Timur (Jatim) 2024 yang akan mempertemukan tiga kandidat bakal calon gubernur perempuan, yaitu Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini (Risma), dan Luluk Nur Hamidah.
Menurut Abdul Hakim, Jawa Timur memiliki karakteristik yang sangat menarik secara sosiologis. Provinsi ini dikenal sebagai basis muslim di Indonesia, terutama muslim tradisional. Munculnya tiga bakal calon gubernur perempuan pada Pilgub Jatim 2024 menunjukkan semakin terbukanya masyarakat Islam Jawa Timur terhadap kepemimpinan perempuan.
"Keberhasilan para pemimpin perempuan sebelumnya, baik di level gubernur maupun di level kabupaten dan kota, telah membentuk keterbukaan masyarakat Jawa Timur terhadap pemimpin perempuan," ujar Abdul Hakim kepada Beritasatu.com, Jumat (30/8/2024).
Ia menambahkan keterbukaan masyarakat Jawa Timur terhadap calon pemimpin perempuan tidak lepas dari keberhasilan Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini pada periode-periode sebelumnya.
"Ini sekaligus menjadi klimaks dari pengarusutamaan perempuan dalam politik, khususnya di Jawa Timur, yang memiliki populasi sangat besar," tambahnya.
Abdul Hakim menilai bahwa perubahan kultural politik ini akan membawa dampak besar terhadap dinamika politik di Indonesia pada masa mendatang.
"Kali ini saya melihat adanya keterbukaan dan perubahan kultural politik di masyarakat Jawa Timur yang semakin bisa menerima kandidat pemimpin perempuan," ungkapnya.
Abdul Hakim menilai kemunculan tiga kandidat perempuan ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba muncul begitu saja. Hal ini merupakan hasil dari gerakan yang berkembang di tingkat akar rumput (grassroots) dan peran signifikan perempuan dalam organisasi kemasyarakatan di Jawa Timur.
"Di Jawa Timur, terutama dalam organisasi-organisasi perempuan, mereka memiliki peran yang sangat penting baik dalam kontestasi politik maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari. Contohnya, gerakan-gerakan seperti Keluarga Harapan banyak dimotori oleh perempuan," jelas Abdul Hakim.
Menurut Abdul Hakim, masyarakat Jawa Timur kini tidak ragu lagi dan sudah percaya bahwa perempuan mampu memimpin di tingkat kabupaten maupun provinsi. Hal ini juga didorong oleh kemampuan tokoh-tokoh perempuan dalam membangun jejaring dengan simpul-simpul kultural di masyarakat, seperti para kiai di pesantren.
"Perubahan ini menggambarkan transformasi sosiologis dan psikologis yang terjadi di masyarakat Jawa Timur. Keberadaan tiga calon gubernur perempuan ini merupakan cerminan dari perubahan sikap dan penerimaan masyarakat terhadap kepemimpinan perempuan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




