Ketum KPSN Ingin Kembalikan Khittah PSSI
Senin, 25 Maret 2019 | 20:51 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– Ketua Komite Perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono membantah kabar yang menyebut organisasinya didirikan untuk melengserkan Edy Rahmayadi dari kursi ketua umum PSSI. Seperti diketahui Edy Rahmayadi mengundurkan diri dalam Kongres PSSI di Bali, 20 Januari 2019.
Diduga kuat adanya tekanan dari KPSN kepada Edy Rahmayadi yang akhirnya memutuskan mundur.
Suhendra Hadikuntono menjelaskan, KPSN didirikan atas dasar keprihatinan yang mendalam terhadap prestasi sepakbola nasional yang minim. Selain itu, KPSN juga didirikan untuk memberantas pengaturan skor yang marak di Liga Indonesia.
"KPSN ingin mengembalikan PSSI ke khitah awali sebagai alat perjuangan dan pemersatu bangsa," ujar Suhendra Hadikuntono, Senin (25/3/2019).
Selain itu PSSI, sambung Suhendra harus menjadi sarana menyejajarkan diri dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju melalui prestasi sepakbola nasional.
Menurut Suhendra, ketika ada yang menjadi korban dalam perjuangan mengembalikan kejayaan PSSI, itu merupakan sebuah konsekuensi.
"Bahwa dalam perjuangan ke arah PSSI yang lebih baik itu ada pihak-pihak yang menjadi korban, misalnya Ketua Umum mundur atau Plt Ketua Umum menjadi tersangka, itu konsekuensi perjuangan. Revolusi kadang-kadang memang menelan anak kandungnya sendiri," ujar Suhendra.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




