ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jelang Pergantian Tahun, Pj Gubernur Teguh Setyabudi Napak Tilas Sejarah Kota Jakarta

Selasa, 31 Desember 2024 | 12:04 WIB
MP
NF
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: NF
Pj Gubernur beserta jajaran Pemrov DKI Jakarta bersepeda napak tilas situs bersejarah di Jakarta, Selasa 31 Desember 2024.
Pj Gubernur beserta jajaran Pemrov DKI Jakarta bersepeda napak tilas situs bersejarah di Jakarta, Selasa 31 Desember 2024. (Beritasatu.com/Maria Gabrielle Putrinda)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Jakarta melakukan napak tilas sejarah Kota Jakarta, Selasa (31/12/2024) pagi. Agenda bertajuk JeJAKI Jakarta ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian perayaan Tahun Baru di Jakarta.

Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi tiba di titik pertama napak tilas, House of Tugu sekitar pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini juga diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Pagi ini kita lakukan namanya JeJAKi Jakarta. Kita itu napak tilas terkait bagaimana sejarah Jakarta, makanya kita mulai tadi ibaratnya dari titik nol Jakarta," ujar Pj Gubernur Teguh Setyabudi di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

Kegiatan tersebut semakin berkesan karena Teguh beserta jajaran kompak menggunakan baju tradisional, pangsi dan kebaya encim. Sementara Teguh Setyabudi mengenakan pakaian pangsi warna merah maroon lengkap dengan sarung hijau yang dikalungkan di leher.

"Tadi kita sama-sama mulai dari House of Tugu, salah satu bangunan peninggalan sejarah yang dibangun pada 1740. Kita sengaja memang pakai pakaian pangsi bagi bapak-bapak dan ibu-ibu pakai kebaya encim itu juga untuk mengingatkan bagaimana Jakarta tempo dahulu," katanya.

Ada sejumlah tempat yang dikunjungi dalam kegiatan napak tilas ini. Dimulai dari House of Tugu, Jembatan Kota Intan, Museum Sejarah Jakarta, Museum Keramik, Stasiun Beos/ Jakarta Kota dan berakhir di Balai Kota.

Sebagai informasi, House of Tugu merupakan bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua yang awalnya dipergunakan sebagai kantor dagang VOC.  Lokasi kedua adalah Jembatan Kota Intan. Pj Gubernur beserta jajaran menuju lokasi ini sambil menaiki sepeda untuk melakukan napak tilas.

Diketahui, Jembatan Kota Intan ini pada 1938 menjadi jembatan gantung yang dapat diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah terkena banjir.

Rombongan tersebut saksama mendengarkan penjelasan setiap tempat dari tour guide yang bertugas. Tempat ketiga adalah Museum Sejarah Jakarta atau yang dikenal sebagai Museum Fatahillah.

"Kita sama-sama kemudian ke Museum Sejarah Jakarta. Kemudian sekarang ini kita sedang ada di Museum Seni Rupa dan Keramik. Setelah itu kita nanti akan bergerak ke Stasiun Beos yang menjadi saksi sistem transformasi Jakarta dari masa ke masa," kata Teguh.

Di Stasiun Beos/Jakarta Kota, disambangi pula Museum MRT yang berisikan koleksi temuan arkeologis pada proyek pembangunan MRT. Perjalanan diakhiri dengan menaiki TransJakarta menuju Balai Kota.

Pj Gubernur Teguh bersyukur dengan adanya kegiatan napak tilas ini. Diharapkan kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman dan menumbuhkan rasa cinta pada Kota Jakarta.

"Insyaallah ini juga memperkuat, meningkatkan pemahaman kita tentang Jakarta dan juga meningkatkan cinta kita pada Jakarta dan bagaimana nanti kita sama-sama komit, punya tekad mewujudkan Jakarta sebagai kota global," jelas Pj Gubernur Teguh Setyabudi seusai Napak tilas di kawasan bersejarah Jakarta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon