ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Proyek LRT 1B Capai 51,19 Persen, Waskita Yakin Selesai Tepat Waktu

Rabu, 23 April 2025 | 10:59 WIB
EM
JS
Penulis: Erfan Maruf | Editor: JAS
Ilustrasi light rail transit (LRT).
Ilustrasi light rail transit (LRT). (Antara/Fauzan)

Jakarta, Beritasatu.com — PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat progres pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta fase 1B telah mencapai 51,19 persen hingga pertengahan April 2025. Pencapaian ini lebih cepat dibanding target semula yang sebesar 50,54 persen.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyatakan, percepatan pembangunan ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menyelesaikan proyek strategis nasional. LRT Jakarta fase 1B yang menghubungkan Velodrome dan Manggarai diharapkan dapat segera digunakan untuk mendukung mobilitas masyarakat.

“Waskita Karya meyakini proyek ini akan sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang bekerja di Jakarta, khususnya perempuan. Moda transportasi publik yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan oleh kaum wanita,” ujar Ermy dalam keterangan resmi dikutip, Rabu (23/4/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2024, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan mencapai 55,41 persen — naik sekitar satu persen dari tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

“Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, kami mengapresiasi kontribusi para pekerja perempuan dalam proyek-proyek infrastruktur Waskita Karya, termasuk di LRT Jakarta fase 1B. Kami percaya proyek ini juga akan mendukung mobilitas dan kesejahteraan kaum perempuan,” tambahnya.

Saat ini, pembangunan LRT fase 1B telah memasuki tahap pemasangan jembatan baja (steel box girder) di Jalan Tambak, Jakarta Pusat, peletakan struktur portal underpass Pramuka, serta pemasangan penyangga (pierhead) stasiun BPKP dan Pasar Pramuka. Selain itu, pemasangan rel juga telah dimulai.

“Waskita selalu mengedepankan inovasi, efisiensi, dan ketepatan waktu dalam setiap proyeknya. Pada November tahun lalu, LRT Jakarta fase 1B meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri), yakni untuk uji coba kereta layang dan konstruksi rancang bangun struktur stasiun LRT tercepat,” ujar Ermy.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan LRT ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi kemacetan, yang menjadi persoalan kronis di ibu kota akibat lonjakan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi. Kemacetan disebut menyebabkan kerugian ekonomi besar, seperti meningkatnya biaya transportasi, memburuknya kualitas lingkungan, serta tingginya risiko kecelakaan.

“Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan berkembangnya sarana transportasi publik, minat terhadap transportasi umum semakin tinggi. Proyek ini juga mendukung target pemerintah mencapai nol emisi,” tutup Ermy.

Sebagai informasi, proyek LRT Jakarta fase 1B dilaksanakan oleh KSO Waskita–Nindya–LRS, yang ditunjuk oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pemilik proyek. Total anggaran pembangunan mencapai Rp 4,1 triliun, berasal dari penyertaan modal daerah (PMD) ke Jakpro yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Progres 75,55 Persen, LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Selesai 2025

Progres 75,55 Persen, LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Selesai 2025

JAKARTA
Tiang Pancang LRT Velodrome ke Manggarai Mulai Dipasang

Tiang Pancang LRT Velodrome ke Manggarai Mulai Dipasang

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon