ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Klaim Prudential Naik 47% Capai Rp 5,8 Triliun

Selasa, 2 April 2013 | 15:30 WIB
RN
WP
Penulis: Ronna Nirmala | Editor: WBP
Logo Prudential.
Logo Prudential.

Jakarta - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) sepanjang 2012 membayarkan total klaim dan manfaat kepada nasabah sebesar lebih dari Rp 5,8 triliun atau meningkat sebanyak 47 persen dibandingkan tahun 2011.

Presiden Direktur Prudential Indonesia, William Kuan, mengatakan kenaikan pembayaran klaim tersebut disebabkan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Hal ini berdampak pada peningkatan klaim pengobatan, rumah sakit, kematian, kecelakaan, klaim asuransi dan sebagainya.

"Pembayaran klaim kepada nasabah merupakan kewajiban kita sebagai perusahaan asuransi. Tapi kita harus melihat bahwa ini menunjukkan ada pertumbuhan ekonomi yang baik," sambung William pada tempat yang sama.

Prudential Indonesia juga sepanjang 2012 berhasil menyumbangkan 24 persen bisnisnya di Asia.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan Annualized Premium Equivalent (APE), total penjualan Prudential Corporation Asia mencapai Rp 28,2 triliun. Perolehan tersebut berdasarkan perhitungan umum 100 persen dari premi regular dan tunggal.

Direktur Keuangan Prudential Indonesia, John Oehmke, mengatakan perolehan tersebut sebagian dikontribusikan dari imbla hasil (return) kinerja 10 produk unit-link Prudential yang meningkat melebihi estimasi yang diperkirakan.

"Lima dari sembilan pru-link menempati posisi pertama di kelas aset melampaui kinerja investasi secara konsisten," kata John dalam jumpa pers di Hotel Ritz-Carlton Jakarta, Selasa (2/4).

Beberapa produk yang memberikan return baik diantaranya Rupiah Equity Fund (REF) sebesar 10,39 persen seiring meningkatnya pertumbuhan pasar domestik ditengah tekanan perekonomian global.

"Ada juga Rupiah Fixed Income Fund (RFF) yang bertumbuh 10,25 persen dimana hal tersebut dibantu oleh pertumbuhan kinerja obligasi lokal yang sangat baik. Pada akhir tahun yang lalu, sebanyak 30 persen atau senilai Rp 270 triliun kepemilikan obligasi domestik dimiliki oleh investor asing," jelas John.

Bahkan, sambung John, permintaan global bond meningkat sebanyak 12 persen pada tahun lalu.

Lebih lanjut, produk Syariah Rupiah Equity Fund (SEF) juga menunjukkan return 14,72 persen jauh melebihi angka Jakarta Islamic Index yang berada di posisi 3,96 persen.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BNI catat laba Rp5,66 triliun pada kuartal I 2026

BNI catat laba Rp5,66 triliun pada kuartal I 2026

MULTIMEDIA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon