ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ruang Kantor Tanpa Sekat Turunkan Produktivitas, Buruk Bagi Kesehatan

Jumat, 5 Juli 2013 | 14:21 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi pegawai dan rekan kerja bercengkrama di kantor.
Ilustrasi pegawai dan rekan kerja bercengkrama di kantor. (Visualphotos/Fiona Jackson-Downes)

Saat ini, tata ruang kantor tanpa sekat, terbuka, minim privasi, sudah banyak diaplikasikan di berbagai perusahaan. Kesan modern dan membaurkan pegawai kental terpancar dari desain interior ruang kerja semacam ini. Namun, menurut penelitian, konsep tanpa sekat justru menurunkan produktivitas, bahkan buruk bagi kesehatan pegawai.

Riset yang dilakukan oleh Virginia State University dan North Carolina State University di Amerika Serikat bahkan mengungkap, persentase pegawai yang bekerja di ruang kantor tanpa sekat memiliki tingkat kemungkinan mengambil cuti sakit sebesar 62% dibanding yang bekerja di ruang bersekat.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di Scandinavian Journal of Work, Environment, and Health di bulan Juni lalu ini, kuman penyakit lebih mudah menyebar di area kerja terbuka, memudahkan semua orang berinteraksi secara langsung.

Ada pula yang berpendapat, ruang kerja tanpa sekat dan padat orang sangat rentan mencetus stres. Kondisi stres sudah pasti akan meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit karena imunitas tubuh yang menurun.

ADVERTISEMENT

Bukan hanya tingkat penyakit yang meningkat, ruang kantor tanpa sekat juga bisa mempengaruhi hal lain, yakni produktivitas.

Riset menunjukkan, para pegawai yang bekerja di ruang tanpa sekat cenderung kurang termotivasi, merasa tak puas dengan pekerjaan, serta merasa kurang privasi. Diperkirakan, masalah-masalah semacam ini muncul karena pegawai merasa terganggu oleh orang lain di sekitarnya.

Jenis-jenis gangguan yang kerap melanda pegawai di kantor tanpa sekat antara lain; suara percakapan orang lain, pengaturan temperatur udara yang menjadi preferensi orang lain, suara dering telepon orang lain, suara mesin yang dijalankan orang lain, dan sebagainya. Suara berisik yang ditimbulkan orang lain adalah faktor utama yang mengganggu produktivitas pegawai, terutama yang berusia di atas 45 tahun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon