RAPBN 2014 Rencanakan Pendapatan Negara Rp 1.662,5 triliun
Jumat, 16 Agustus 2013 | 21:13 WIB
Jakarta - Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2014 pendapatan negara direncanakan mencapai Rp 1.662,5 triliun, jumlah ini naik 10,7% dari target pendapatan negara pada APBN-P 2013 sebesar Rp 1.502 triliun.
Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran belanja negara juga mengalami kenaikan dalam RAPBN 2014, anggaran belanja negara direncanakan mencapai Rp 1.816,7 triliun naik 5,2% dari pagu belanja negara dalam APBN-P 2013 sebesar Rp 1.726,2 triliun.
Dia mengatakan dari anggaran pendapatan negara sebesar Rp 1.662,5 triliun, penerimaan perpajakan direncanakan mencapai Rp 1.310,2 triliun naik 14,1% dari target dalam APBN-P 2013 sebesar Rp 1.148,4 triliun.
" Dengan total penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.310,2 triliun maka rasio penerimaan perpajakan terhadap PDB atau tax ratio mengalami peningkatan dari 12,2% di tahun 2013 menjadi 12,6% di tahun 2014," ujar dia dalam penyampaian nota keuangan 2014" di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (16/8).
SBY menjelaskan dari sisi belanja, dalam RAPBN tahun 2014 pemerintah berupaya untuk terus meningkatkan kualitas belanja negara secara menyeluruh, untuk itu pemerintah akan melakukan 5 langkah, yaitu: Pertama, mempertajam alokasi belanja untuk mendukung pembangunan infrastruktur, penciptaan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan.
Kedua, melakukan penghematan terhadap kegiatan kegiatan yang kurang produktif seperti biaya perjalanan dinas, kegiatan rapat kerja, workshop, seminar dan kegiatan yang sejenis.
Ketiga, menyempurnakan kebijakan subsidi diantaranya dengan mengubah secara bertahap sistem subsidi dari subsidi harga menjadi subsidi yang lebih tepat sasaran.
Keempat, memperluas pelaksanaan reformasi birokrasi hal tersebut dilakukan melalui penataan organisasi, penyempurnaan proses bisnis dan peningkatan kualitas.
Kelima. menerapkan sistem reward dan punishment dalam pengalokasian anggaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




