Tiga "Platform" Proyek Sisi-Nubi dan Peciko Blok Mahakam Rampung
Jumat, 11 Oktober 2013 | 14:59 WIB
Jakarta - Total E&P Indonesie telah menyelesaikan pembangunan tiga platform atau anjungan lepas pantai untuk proyek pengembangan lapangan Sisi-Nubi 2B dan Peciko 7B. Tiga platform itu adalah WPS2 untuk di Lapangan Sisi, WPN3 untuk di Lapangan Nubi dan SWP-J di Lapangan Peciko. Seluruh lapangan tersebut berada di kawasan lepas pantai Blok Mahakam, Kalimantan Timur (Kaltim).
Project Manager Sisi Nubi 2B-Peciko 7B, Jarot Wahyudianto mengatakan, platform WPN3 sudah berada di perairan Balikpapan dalam perjalanan menuju lokasi di Kaltim. Sementara untuk platform WPS2 dikirim pada akhir pekan ini, dan platform SWP-J akan diberangkatkan sekitar 20 Oktober mendatang.
"Ditargetkan platform WPN3 siap untuk operasi pengeboran pada akhir Desember 2013. Dua platform lainnya menyusul pada Januari 2014," kata Jarot, di Cilegon, Banten, Jumat (11/10).
Jarot menjelaskan, operasi offshore (lepas pantai) sudah dimulai pada 24 Agustus 2013 kemarin, dengan pemasangan tiang penyangga platform (jacket) di platform WPS2. Pemasangan jaringan pipa dari platform SWP-J yang akan terhubung dengan platform MWPA di Lapangan Peciko, juga telah dimulai pada 9 September kemarin.
"1.200 orang dan 42 kapal berbagai jenis terlibat dalam pekerjaan offshore ini," ujarnya.
Dikatakan Jarot, seluruh rancang bangun dan fabrikasi proyek ini dikerjakan oleh perusahaan nasional yakni PT Gunanusa Fabricator dan PT Rajawali Swiber Cakrawala. Gunanusa bertanggung jawab antara lain dalam detail engineering, konstruksi dan pre-commissioning. Tiga platform yang telah selesai diberangkatkan dari galangan kapal Gunanusa yang berada di Cilegon. Perjalanan dari Cilegon menuju lokasi pengembangan di Kaltim memakan waktu sekitar 4 hari dengan biaya transportasi laut sekitar US$300.000 per hari. PT Rajawali-lah yang mendapat tugas untuk transportasi alias mengantarkan platform dan perangkat penunjangnya dari galangan Gunanusa ke Kaltim.
Di tempat yang sama, Head Development Relation Total E&P Indonesie, Kristanto Hartadi menambahkan, investasi pengembangan Sisi-Nubi fase 2 dan Peciko 7B ini mencapai US$2 miliar. Dia menyebut, gas kali pertama keluar ditargetkan pada kuartal kedua atau kuartal ketiga 2014.
"Dua proyek ini merupakan wujud dari komitmen Total-Inpex untuk terus berinvestasi di Blok Mahakam," ujarnya.
Namun, Kristanto belum bisa memperkirakan besaran produksi gas yang dihasilkan dari dua lapangan pengembangan ini. Dia hanya menjelaskan bahwa kapasitas produksi masing-masing platfom adalah sekitar 200 juta kaki kubik per hari (million metric standart cubic feet per day). Proyek Peciko 7B sendiri akan menyumbang 23 sumur tambahan, sementara proyek Sisi-Nubi 2 menyumbang 35 sumur tambahan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
Kapolda Metro Jaya Bintang 3 Sesuai Arahan Prabowo
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




