ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Apindo: Kenaikan 50% UMK Dipenuhi, Perusahaan "Jungkir Balik"

Minggu, 20 Oktober 2013 | 02:14 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) melakukan aksi di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Senin (16/9). SP/Joanito De Saojoao
Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) melakukan aksi di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Senin (16/9). SP/Joanito De Saojoao (Suara Pembaruan/SP/Joanito De Saojoao)

Bekasi - Asosiasi Pengusaha Indonesia Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengaku keberatan dengan permintaan buruh yang menginginkan kenaikan upah minimum kabupaten sebesar 50% mulai 2014.

"Kami tidak ingin upah pekerja turun, dan juga tidak mungkin memenuhi kenaikan upah 50%. Bisa jungkir balik perusahaan kami," ujar Sekretaris Apindo Kabupaten Bekasi, Agus Setiawan, di Cikarang, Sabtu (19/10).

Hal itu diungkapkanya menyikapi tuntutan dari sejumlah pendemo yang mengatasnamakan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia yang menuntut kenaikan UMK 50% dari yang berlaku tahun ini sebagai kompensasi atas meningkatnya kebutuhan hidup pada 17 Oktober 2013 lalu.

Menurut dia penentuan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) oleh Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi sebagai acuan kenaikan UMK masih terganjal sejumlah persoalan, di antaranya belum disepakatinya lima dari 60 item KHL.

ADVERTISEMENT

Kelima item KHL tersebut adalah penentuan sewa kamar, tarif listrik, transportasi, rekreasi dan kebutuhan air.

"PT PLN sebagai penentu kenaikan tarif listrik yang mempengaruhi besarnya pengeluaran baik bagi perusahaan maupun masyarakat," katanya.

Kelima item ini belum mencapai kata sepakat, kata dia, dikarenakan masih ada beda persepsi antara pengusaha dan kaum buruh.

"Secepatnya, akan kita selesaikan sebelum penetapan upah minimum yang akan ditandatangi Gubernur Jawa Barat sekitar 20 Desember mendatang," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

Melihat Langkah Stabilitas Saat Rupiah Turun ke Rp 17.500 Per Dolar AS

EKONOMI
Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

Apindo: Rupiah Melemah Jadi Rp 17.500, Beban Dunia Usaha Makin Berat

EKONOMI
Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

Apindo Minta Kejelasan Skema Patungan Uang Saku Magang

EKONOMI
Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

Kepastian Hukum dan Konsistensi Kebijakan Faktor Pendorong Investasi

EKONOMI
Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

Apindo Ungkap Penyebab Investasi Sulit Serap Tenaga Kerja

EKONOMI
Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

Apindo Wanti-wanti Kegiatan Produksi Terhenti Imbas Konflik Timteng

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon