ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Peringkat Utang Fitch Dinilai Tunjukkan Kepercayaan Internasional

Senin, 18 November 2013 | 17:23 WIB
WS
B
Penulis: Wahyu Sudoyo | Editor: B1
Fitch Rating
Fitch Rating (istimewa/istimewa)

Jakarta - Peringkat utang Indonesia yang masih pada posisi "BBB-" dengan outlook stabil, seperti yang dikeluarkan lembaga pemeringkat Fitch Ratings, dinilai menunjukkan masih terjaganya kepercayaan internasional terhadap pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam mengambil langkah kebijakan ekonomi.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II, Bambang PS Brodjonegoro menjelaskan, pemerintah dan BI sebenarnya memiliki tujuan yang sama dalam mengambil kebijakannya, yakni untuk menstabilkan kondisi ekonomi makro. Namun, Bambang mengakui bahwa langkah kebijakan tersebut juga berisiko tinggi, sehingga mendapat apresiasi dari lembaga independen tersebut.

"Ya, bagus. Artinya Fitch percaya, baik BI maupun kita (pemerintah), sebenarnya punya tujuan yang sama (untuk) menstabilkan makro ekonomi. Itu pesan dari Fitch sebenarnya. Memang ada risiko di mana-mana, tapi kita sudah pada track, di mana fokus kita pada kestabilan itu menjaga kita dari risiko tadi," tutur Bambang di Jakarta, Senin (18/11).

Lebih lanjut, Bambang yang masih merangkap jabatan sebagai Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) itu mengatakan, kebijakan pemerintah dalam hal fiskal bisa saja disikapi lain oleh berbagai pihak, baik secara positif maupun negatif. Untuk itu, dia menegaskan bahwa pihaknya sudah mengarahkan kebijakan yang ada pada hal yang tepat.

ADVERTISEMENT

Ditambahkan Bambang, Kemkeu juga dipastikan akan meneruskan arah kebijakan yang sudah ada dan akan menambahnya guna menjaga stabilitas keuangan. Dalam hal ini, pemerintah dinilai tidak boleh lengah dalam mengambil setiap keputusan, guna mengantisipasi dampak risiko eksternal yang bisa terjadi kapan saja.

"Intinya, kita sudah mengarahkan kebijakan pada hal yang tepat. Tinggal bagaimana efektivitasnya, bagaimana menambah kebijakan tersebut. Kestabilan itu gak boleh lengah-lah, karena risikonya, terutama eksternal, itu kapan pun bisa terjadi," pungkasnya.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat utang Fitch Ratings mengafirmasi sovereign rating atau peringkat utang RI pada "BBB-" dengan outlook stabil. Fitch Ratings menyatakan, faktor kunci yang mendukung keputusan afirmasi sovereign credit rating Indonesia, salah satunya adalah kebijakan pengelolaan ekonomi, terutama dalam menghadapi gejolak perekonomian global terkini.

Director Fitch Hongkong Limited, Thomas Rookmaker, menganggap langkah otoritas Indonesia memitigasi dampak negatif kondisi eksternal melalui kebijakan peningkatan suku bunga acuan 175 basis poin ke 7,5%, sudah tepat. Pihaknya mengharapkan, profil peringkat utang ini bakal bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih stabil, daripada negara di kawasan yang berada pada range "BBB".

"Selain itu, upaya untuk mempertahankan cadangan devisa dan membuat nilai tukarnya terdepresiasi, justru mengurangi tekanan di pasar aset, menyusul rencana bank sentral AS mengurangi stimulus moneter," terangnya.

Sementara, Gubernur BI, Agus DW Martowardojo mengatakan, penegasan peringkat Fitch tersebut kembali memberikan pengakuan bahwa ekonomi Indonesia memiliki prospek pertumbuhan yang baik, di tengah kondisi ekonomi global.

"Ini merupakan hasil dari stabilitas ekonomi yang menjadi prioritas. Kami berharap terjaganya fundamental makroekonomi menjadi modal kuat (untuk) melewati ketidakpastian," tukasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Fitch Ubah Outlook RI, HKI Ingatkan Risiko Hilangnya Investasi

Fitch Ubah Outlook RI, HKI Ingatkan Risiko Hilangnya Investasi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon