ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mentan Ajak Investor Selandia Baru Bangun Peternakan

Senin, 18 November 2013 | 19:53 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Menteri Pertanian Suswono (tengah), Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Baran Wirawan (kiri) dan Soewarso memberikan kesaksian dalam sidang suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dengan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/8).
Menteri Pertanian Suswono (tengah), Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Baran Wirawan (kiri) dan Soewarso memberikan kesaksian dalam sidang suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dengan terdakwa Ahmad Fathanah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/8). (Antara/Wahyu Putro A)

Jakarta - Pemerintah Indonesia mengajak investor asal Selandia Baru untuk membangun peternakan sapi, khususnya sapi potong dan sapi perah di Indonesia. Menteri Pertanian Suswono mengatakan, selama ini sekitar 70 persen produk susu di dalam negeri diimpor dari Selandia baru.

"Oleh karena itu, kami berharap Selandia Baru tidak hanya mendirikan pabrik susu di Indonesia tapi juga membangun peternakan," ujar Mentan ketika menyampaikan hasil kunjungannya ke Selandia Baru 10-13 November 2013 di Jakarta, Senin (18/11).

Dalam pertemuannya dengan Menteri Perdagangan selandia Baru Trim Grose, pemerintah kedua negara sepakat untuk melakukan investasi di Indonesia.

Meskipun diakui tidak bisa memaksa kalangan swasta, lanjutnya, pemerintah selandia baru berjanji akan menjadi fasilitator yang baik.

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan tersebut, tambah Suswono, terungkap juga bila produsen susu asal Selandia Baru, Fonterra Co-operative Limited bakal membangun pabrik susu di Karawang.

"Kami tidak berharap mereka hanya membangun pabrik pengolahan, tapi juga on farm di peternakan sapi potong misalnya. Sebab Selandia Baru merupakan pemimpin pasar di sapi potong sehingga sangat terbuka peluang itu," ujar dia.

Suswono menyatakan, harapan bisa membangun peternakan di Indonesia akan ditindaklanjuti dengan penyediaan lahan peternakan yang memang menjadi kebutuhan pada umumnya.

Mentan mengakui, Indonesia membutuhkan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhi kebutuhan susu maupun daging di pasar dalam negeri, sehingga dia berharap, pemerintah Selandia Baru juga bisa mengekspor sapi betina produktif hidup ke tanah air.

"Kebutuhan pangan kita akan daging semakin naik seiring dengan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat. Karena kami ingin juga nambah populasi betina produktif hidup," katanya.

Pada kesempatan itu Mentan mengungkapkan pula kunjungannya ke fasilitas industri pemotongan dan teknologi pengolahan daging segar dan beku terbesar di Auckland dan Greenlea di Hamilton serta industri susu Fonterra Te Rapa Waikoto.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mentan Minta Jajarannya Perkuat Kolaborasi Majukan Pertanian

Mentan Minta Jajarannya Perkuat Kolaborasi Majukan Pertanian

EKONOMI
RI Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, Mentan: Ini Aksi Nyata

RI Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi, Mentan: Ini Aksi Nyata

EKONOMI
Menteri Amran Copot 192 Pejabat dan Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk

Menteri Amran Copot 192 Pejabat dan Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk

NASIONAL
Keras! Mentan Amran Ancam 'Vertigo' Bagi yang Mainkan Harga Pangan

Keras! Mentan Amran Ancam 'Vertigo' Bagi yang Mainkan Harga Pangan

NASIONAL
Kinerja Pertanian 2025: Mentan Amran Dapat Apresiasi Presiden

Kinerja Pertanian 2025: Mentan Amran Dapat Apresiasi Presiden

NASIONAL
Ultimatum Temuan 31 Kasus Pungli, Mentan: Bantuan Alsintan Gratis!

Ultimatum Temuan 31 Kasus Pungli, Mentan: Bantuan Alsintan Gratis!

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon