ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menteri Amran Copot 192 Pejabat dan Cabut Izin 2.300 Distributor Pupuk

Rabu, 7 Januari 2026 | 23:55 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Beritasatu.com/Erfan)

Karawang, Beritasatu.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan langkah tegas membersihkan sektor pertanian dengan mencopot 192 pejabat serta mencabut izin 2.300 distributor/pengecer pupuk yang merugikan petani dan mengganggu swasembada pangan.

Amran menyebut sepanjang satu tahun terakhir, Kementerian Pertanian telah mencabut izin 2.300 distributor pupuk di seluruh Indonesia karena terbukti melanggar harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

"Pupuk, izin Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kadang kami disampaikan bahwa ini Menteri Pertanian kejam. Karena izin (distributor/pengecer pupuk) yang kami cabut sudah 2.300 seluruh Indonesia," kata Amran dilansir dari Antara, Rabu (7/1/2026).

Pencabutan izin dilakukan secara cepat dan langsung, termasuk melalui sistem digital, begitu ditemukan praktik permainan harga pupuk yang memberatkan petani dan mengganggu kelancaran produksi pertanian nasional.

ADVERTISEMENT

"Begitu naik harga dari HET, main-main kita langsung cabut izinnya. Dan pada hari itu juga, hanya ditombol, langsung kita cabut izinnya," ucapnya.

Selain distributor pupuk, Kementerian Pertanian juga mencopot 192 pejabat internal yang dinilai berkinerja buruk, menyalahgunakan kewenangan, hingga terlibat praktik yang merugikan sektor pertanian.

Amran menegaskan tindakan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap arahan Presiden agar birokrasi pertanian bersih, profesional, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan petani serta ketahanan pangan nasional.

"Kami copot dari Kementerian (Pertanian) luar dan dalam Bapak Presiden. Dari dalam Kementerian Pertanian ada 192 pejabat kementerian kami copot, ada kami pecat, ada yang masuk penjara," beber Amran.

Dalam penegakan hukum, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Satgas Pangan, Kepolisian, dan Kejaksaan dalam mengungkap berbagai kasus kecurangan pangan sepanjang 2025.

Sebanyak 76 tersangka ditetapkan, termasuk terkait penjualan beras tidak sesuai mutu, manipulasi harga, serta pelanggaran ketentuan harga eceran tertinggi (HET).

Kementerian Pertanian mencatat praktik curang tersebut menyebabkan kerugian konsumen yang ditaksir mencapai Rp 99 triliun, sehingga penindakan tegas penting untuk menjaga keadilan pasar pangan.

Amran menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan Jaksa Agung atas dukungan penegakan hukum, seraya menegaskan bahwa seluruh tindakan dilakukan berdasarkan perintah dan arahan Presiden.

Menurut Amran, pencopotan pejabat dan pencabutan izin merupakan langkah tegas penyelamatan sektor pertanian dari mafia, spekulan, dan praktik yang merusak ekosistem pangan.

Kementerian Pertanian memastikan langkah penertiban akan terus dilanjutkan agar distribusi pupuk tepat sasaran, harga terkendali, dan petani memperoleh keadilan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

"Jadi kalau 5 tahun, kalau kami ditakdirkan kalau tidak di-reshuffle, kami beritahu, kinerja tidak baik, main-main, perintah Bapak Presiden kamu harus dicopot. Jadi hanya menjalankan perintah, hanya patuh (kepada) Bapak Presiden," kata Amran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pertanian Moncer, Wamentan Sudaryono Minta HKTI Ikut Kawal Program

Pertanian Moncer, Wamentan Sudaryono Minta HKTI Ikut Kawal Program

EKONOMI
Pemkab Ngawi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gejolak Global

Pemkab Ngawi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman di Tengah Gejolak Global

JAWA TIMUR
Polda Sumsel Tangkap 8 Tersangka Penyelewengan 14 Ton Pupuk Subsidi

Polda Sumsel Tangkap 8 Tersangka Penyelewengan 14 Ton Pupuk Subsidi

SUMATERA SELATAN
Pupuk Subsidi Resmi Bisa Ditebus Petani Mulai 1 Januari 2026

Pupuk Subsidi Resmi Bisa Ditebus Petani Mulai 1 Januari 2026

NASIONAL
Sering Salah Sasaran, Distribusi Pupuk Subsidi Perlu Perbaikan Data

Sering Salah Sasaran, Distribusi Pupuk Subsidi Perlu Perbaikan Data

EKONOMI
Amran Sentil 136 Kios yang Persulit Petani Tebus Pupuk Bersubsidi

Amran Sentil 136 Kios yang Persulit Petani Tebus Pupuk Bersubsidi

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon