Pentingnya Peran Swasta dalam Pembangunan Infrastruktur
Jumat, 14 Maret 2014 | 21:02 WIB
Jakarta - Sektor infrastruktur menjadi salah satu hal yang harus dibenahi Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekonominya. Namun, persoalan pendanaan selalu menjadi kendala dalam mempercepat pembangunan infrastruktur. Karenanya, keterlibatan sektor swasta harus ditingkatkan untuk mencapai akselerasi pembangunan infrastruktur.
"Di banyak negara G-20 ada gap kualitas dan kuantitas infrastruktur, termasuk di Indonesia. Karena itu, pemerintah harus memastikan private sector terlibat dalam berinvestasi di sektor infrastruktur," ujar B-20 Sherpa atau Utusan atas nama Pemimpin Kelompok Bisnis Negara G-20, Robert Milliner saat bincang-bincang di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Jumat (14/3).
Dijelaskan Milliner, banyak negara berkembang berupaya untuk mempercepat pembangunan infrastrukturnya. Namun, jika hanya mengandalkan anggaran dari negara, maka pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan secepat yang diharapkan. "Nah, barrier ini bisa diatasi dengan pendanaan dari sektor swasta. Tentu ada insentif dari pemerintah," ujarnya.
Menurut Milliner, sejumlah infrastruktur seperti jalan, pembangkit tenaga listrik, pelabuhan, bandara menjadi sarana utama yang harus dibangun di negara-negara berkembang anggota G-20. Jika semua itu dilakukan, maka hubungan antar negara anggota G-20 akan lebih maksimal. "Gap infrastruktur bisa diatasi, sehingga kerjasamanya efektif," ujarnya.
Milliner sedang berkunjung ke Indonesia dalam rangka persiapan Australia sebagai tuan rumah G-20, pada November mendatang. Di Indonesia, Milliner berdiskusi dengan pemerintah dan para pelaku usaha untuk mendapatkan masukan sehingga dicapai poin-poin yang akan dibahas pada pertemuan G-20 di Brisbane akhir tahun ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




