ESDM: Pasokan CPO untuk BBN Mencukupi
Rabu, 16 April 2014 | 16:10 WIB
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketercukupan pasokan Crude Palm Oil (CPO) dalam pemenuhan kebijakan mandatori bahan bakar nabati. Produksi CPO mencapai 25 juta ton per tahun sedangkan yang dipergunakan untuk kebutuhan pangan hanya sebesar 8 juta ton.
"Kelebihan ini kami gunakan untuk pemanfaatan lain yakni untuk biodiesel. Tadinya banyak yang dipakai untuk diekspor," kata Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM, Maritje Hutapea di Jakarta, Rabu (16/04).
Maritje menuturkan produk CPO Indonesia menghadapi resistensi di pasar internasional lantaran disebut tidak sustainable. Menurutnya hambatan yang dihadapi pelaku usaha ini dapat menjadi peluang untuk mengalihkan produksinya untuk kebutuhan biodiesel di dalam negeri. "Tantangan itu bisa jadi peluang. Daripada diekspor lebih baik digunakan untuk BBN," ujarnya.
Dikatakannya kebutuhan bahan bakar nabati meningkat dua kali lipat di 2016 atau setara dengan 8,5 juta kl dan meningkat jadi 10,9 juta kl di 2020. Di rentang periode 2016-2020 itu, mandatori biodiesel di sektor transportasi BBM subsidi dan transportasi BBM non subsidi serta di sektor industri menjadi 20 persen, sedangkan di sektor pembangkit listrik menjadi 30 persen.
"Feedstock CPO masih melimpah karena proyeksi Kementerian Pertanian di 2020, produksi CPO mencapai 40 juta ton," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




