ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SILO dan Lumbung Energi Sedikit Lagi Mendapatkan Izin Ekspor

Kamis, 12 Juni 2014 | 15:39 WIB
RP
FB
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: FMB
Ilustrasi Pengolahan dan permurnian mineral (Smelter)
Ilustrasi Pengolahan dan permurnian mineral (Smelter) (Istimewa)

Jakarta - Rekomendasi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) bagi PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) dan PT Lumbung Mineral Sentosa masih menunggu hasil rapat pleno yang digelar oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, Dede I Suhendra mengatakan kedua perusahaan tersebut telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan rekomendasi. "Tapi rekomendasi itu harus diputuskan dalam rapat pleno hari ini," kata Dede di Jakarta, Kamis (12/06).

Dede menjelaskan persyaratan yang telah dipenuhi oleh Silo dan Lumbung Mineral ialah membangun pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter). Persyaratan lainnya yakni membayar jaminan kesungguhan sebesar 5% dari investasi pembangunan smelter. "Mereka sudah bayar jaminan kesungguhan dan sudah membangun smelter," jelasnya.

Silo telah menyetorkan jaminan kesungguhan sebesar US$ 12 juta di bank BNI pada pekan lalu. Sedangkan Lumbung Mineral telah menempatkan jaminan kesungguhan sebesar US$ 300 ribu ke BRI pada 11 Juni kemarin. Dede menjelaskan meski rekomendasi SPE telah diterbitkan, kegiatan ekspor konsentrat belum bisa dilakukan lantaran kedua perusahaan itu masih menunggu besaran bea keluar yang ditetapkan pemerintah.

ADVERTISEMENT

"BK ini kan insentif untuk mereka yang bangun smelter. Besarannya Kemenkeu yang tetapkan," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Raih Laba Bersih Rp 950 Miliar, Siloam Pilih Tak Bagi Dividen

Raih Laba Bersih Rp 950 Miliar, Siloam Pilih Tak Bagi Dividen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon