GE Jual Lini Bisnis Peralatan Rumah Ke Electrolux US$ 3,3 miliar
Senin, 8 September 2014 | 21:43 WIBNew York - General Electric (GE) akan menjual segmen bisnis peralatan rumah ke grup usaha asal Swedia, Electrolux senilai US$ 3,3 miliar.
Berdasarkan kesepakatan, GE tetap menggunakan merek GE Appliances untuk jangka panjang.
Meski dewan direksi kedua perusahaan telah menyetujui transaksi itu, namun sambil menunggu persetujuan regulator, transaksi tersebut akan dituntaskan tahun depan.
"Transaksi ini sejalan dengan strategi kami untuk menjadi perusahaan infrastruktur dan teknologi terbaik di dunia. Kami menciptakan jenis baru dari perusahaan industri, salah satu yang memiliki bisnis infrastruktur dengan keuntungan yang kuat dalam teknologi," ujar Chairman dan CEO GE Jeff Immelt dalam pernyataannya, Senin (8/9).
Adapun Electrolux merupakan produsen alat rumah tangga nomor dua di Amerika Serikat (AS) setelah Whirlpool
Pada Juni lalu kesepakatan GE untuk membeli unit pembangkit listrik Alstom, asal Perancis, diterima oleh dewan perusahaan dan direkomendasikan oleh pemerintah Perancis.
Bulan lalu GE melakukan penawaran saham perdana (IPO) bisnis ritel keuangannya di Amerika Utara yakni Synchrony Financial, yang sedang mempersiapkan diri untuk meninggalkan sektor tersebut.
"GE Appliances dikelola dengan baik dengan kemampuan yang kuat di bidang R & D, rekayasa, rantai suplai dan layanan pelanggan. Kami berharap dapat bergabung dengan tim berbakat dan kompeten," tutur Presiden dan CEO Electrolux Keith McLoughlin.
Transaksi ini memberikan nilai GE Appliances 8,0 kali dalam 12 bulan terakhir dari laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi. Penjualan ini diprediksi menghasilkan sekitar US$ 0,05- $ 0,07 per saham pada penutupan setelah pajak keuntungan.
Electrolux AB setuju untuk membeli Unit peralatan General Electric Co senilai US$ 3,3 miliar secara tunai. Pembelian terbesar Electrolux ini menyatukan merek Hotpoint dan AEG sekaligus menciptakan perusahaan dengan pendapatan tahunan sekitar US$ 22,5 miliar.
Electrolux mengatakan akuisisi bisnis yang didominasi AS ini akan menambah pendapatan dari tahun pertama, membuat sahamnya melonjak ke level tertinggi dalam 25 tahun.
Menurut Analis Kepler Cheuvreux Johan Eliason, Electrolux dan Whirlpool akan mendominasi pasar perabotan Amerika Utara. Setiap perusahaan, katanya, akan menguasai sekitar 40 persen.
"Itu akan sangat positif bagi Electrolux. Pembelian tersebut juga memberikan perusahaan posisi yang sangat kuat di Amerika Latin," kata Eliason.
Pembelian oleh Electrolux terjadi hanya dua bulan setelah Whirlpool meningkatkan kepemimpinannya di pasar dengan mengakuisisi saham pengendali produsen perabotan Indesit Co asal Italia sebesar 758 juta Euro (US$ 981 juta). Jika digabungkan, Whirlpool dan Indesit memiliki pendapatan tahunan sebesar US$ 22,3 miliar tahun lalu.
Manajemen Electrolux mengatakan akan terus menggunakan merek GE Appliances berdasarkan perjanjian 40 tahun.
Tahun lalu GE unit, yang mempekerjakan sekitar 12.000 orang, memiliki penjualan US$ 5,7 miliar atau 4 persen dari total pendapatan GE. Sekitar setengah dari karyawannya bekerja di markasnya seluas 900 acre, yang dikenal sebagai Taman Peralatan (Appliance Park).
Electrolux menghasilkan penjualan 31,9 miliar kronor (US$ 4,5 miliar) di seluruh benua Amerika tahun lalu, hampir 30 persen dari pendapatan global. Juli lalu, perusahaan ini memperkirakan penjualan di AS tumbuh 4 persen pada tahun ini.
Unit peralatan membuat GE dikenal konsumen Amerika sebagai peralatan rumah tangga setelah memperkenalkan pemanggang roti pertama pada 1905.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




