PT ASA dan PT MBE Siap Penuhi Kebutuhan Bahan Bakar Nabati Nelayan di Jakut
Kamis, 27 November 2014 | 22:24 WIB
Jakarta - PT Amanah Semesta Alam (ASA) dan Mitra Bio Energy (MBE) siap memenuhi bahan bakar nabati (BBN) diesel untuk semua nelayan di Jakarta Utara (Jakut) yang menggunakan kapal motor dan perahu motor. "Kita siap penuhi kebutuhan BBN diesel untuk semua nelayan di sini, dan harga BBN kita berada di bawah harga bahan bahar minyak (BBM) subsidi jenis solar dari pemerintah," kata pimpinan PT ASA, Salahudin Alam, dalam acara "Kerjasama Riset dan Uji Coba Bahan Bakar Nabati (BNN) untuk para Nelayan di Muara Angke dan Sekitarnya," di Muara Angke, Jakut, Kamis (27/11).
Turut hadir dalam acara itu adalah ratusan nelayan yang tergabung dalam Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan para pemilik kapal nelayan. Selain itu, Kepala Subdit Keteknikan dan Bioenergi Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Edi Wibowo.
PT ASA merupakan perusahaan yang memproduksi BBN dari limbah kelapa sawit dan minyak kelapa sawit sejak dua tahun lalu. Sedangkan PT MBE merupakan perusahaan yang memasarkan dan menyalurkan BBN dari PT ASA.
Menurut Salahudin Alam, sampai saat ini perusahaannya memproduksi BNN jenis diesel sekitar 6.000 ton per bulan. "Pabrik kita berada di daerah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat, dan sampai saat ini produk kita laku terjual. Kalau para nelayan di Muara Angke sekitarnya merasa cocok dengan BBN kami, maka kami akan memproduksi lebih banyak lagi," kata dia.
Ahli Biokimia Monokuler, yang merupakan tenaga ahli di PT ASA, Muhamad Tamin Pardede, mengatakan, BNN diesel yang diproduksi PT ASA telah diuji di Pusat Penelitian dan Pengembangan Minyak dan Gas (Lemigas) dan kualitasnya sangat bagus.
Ketua KTNA, Syachruna Fana, yang ikut dalam acara itu, mengatakan, para nelayan menyambut baik kehadiran BBN diesel yang ditawarkan PT ASA dan MBE. "Ini sangat membantu kami para melayan yang selalu tidak bisa membeli bahan bakar karena mahal harganya. Dengan adanya bahan yang lebih murah seperti ini pasti kami membelinya. Dan kami berharap semoga harganya tetap lebih murah dibanding BBM jenis solar yang dijual Pertamina," kata Syachrudin.
Seorang, Syahril, mengaku, dua minggu lalu, ia diberi sebanyak 50 liter oleh pihak PT ASA untuk mengoperasikan perahu motornya. "Saya pakai itu sepanjang malam sampai Banten dan balik ke sini, tidak apa-apa selama berlayar. Itu berarti kualitas BNN dari PT ASA bagus," ujar Syahril.
Kepala Bidang Promosi PT MBE, Longginus Da, mengatakan, sudah saatnya Indonesia menggunakan BBN murni. "Negara kita sangat kaya energi alternatif selain BBM. Terutama BNN sangat berlimpah, hanya tinggal ada kemauan dari pemerintah untuk memulai," kata Longginus.
Sedangkan Muhamad Tamin Pardede mendesak pemerintah segera stop impor BBM, dan untuk memenuhi kekurangan energi segera bangun pabrik BBN. "Segera stop impor BBM, ada bahan tumbuhan seperti kelapa sawit dan sebagainya untuk BNN," tegas Pardede.
Pardede menambahkan, Indonesia baru dikatakan mandiri secara ekonomi kalau sudah tidak impir energi lagi dan membangun industi energi BNN dalam negeri.
Sementara Edi Wibowo mengatakan, sampai saat ini sebesar 40 persen kebutuhan energi nasional terpenuhi dari impor. Untuk mengurangi impor ini, kata dia, ke depannya pemerintah memang akan membangun industri BNN dari minyak kelapa sawit, jarak dan sebagainya. "Oleh karena itu, pemerintah sangat mendukung PT ASA yang sudah memulai memproduksi BNN jenis diesel. Segera sampaikan berkas kepada kami agar dikeluar izin serta sertifikasi supaya ada standar nasional Indonesia (SNI) untuk produk BNN PT ASA," kata Edi Wibowo.
Edi menambahkan, PT ASA memproduksi BNN jelas sangat membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi sebagian masyarakat. "Kami sebagai pemerintah tentu gembira dan berterima kasih kepada PT ASA," kata dia.
Longginus menambahkan, sampat saat ini banyak nelayan tidak rutin melaut karena tidak mempunyai kemampuan membeli bahan bakar. Selain itu, kadang bahan bakar solar dari PT Pertamina langka atau kurang, sehingga banyak nelayan tidak melaut. "Semoga dengan adanya BNN diesel dari PT ASA nanti para nelayan bisa terbantu," kata dia.
Ia mengatakan, sampai saat ini jumlah nelayan di Muara Angke, Muara Baru, Cilincing dan sekitarnya sekitar enam juta orang. Sedangkan jumlah kapal motor dan perahu motor, kata dia, sekitar 6.000 unit. "Jadi kebutuhan bahan bakar untuk kapal-kapal dan perahu motor itu sekitar 12 juta ton per bulan," kata dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




