ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menristekdikti: Inovasi Perlu Komersialisasi dan Hilirisasi

Selasa, 6 Januari 2015 | 15:18 WIB
SA
B
Penulis: Shesar Andriawan | Editor: B1
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof Dr Muhammad Nasir menerima kenang-kenangan dari Chairman Lippo Group Dr Mochtar Riady.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Prof Dr Muhammad Nasir menerima kenang-kenangan dari Chairman Lippo Group Dr Mochtar Riady. (BeritaSatu Photo/Gagarin)

Jakarta - Menghadapi persaingan global, terutama Masyarakat Ekonomi ASEAN tahun ini, Indonesia wajib menaikkan daya saing bangsa. Hal ini disadari oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir.

Dalam kunjungannya ke kantor BeritaSatu Media Holdings, Nasir menegaskan pentingnya komersialisasi dan hilirisasi produk inovasi.

"Dalam jangka pendek kami punya tugas untuk menjadikan daya saing bangsa ini baik. Kalau daya saing tinggi berarti dampak dari pengelolaan ini bisa kompetitif di ASEAN Economic Community. Apa yang harus dipersiapkan?" ujar Nasir, Selasa (6/1).

"Inovasi perlu dikomersialisasi dan hilirisasi, contohnya pesawat terbang. Risetnya di Lapan, kemudian dihilirkan di PT DI (Dirgantara Indonesia) lalu dijual ke dunia usaha. Diharapkan bisa dijual di Indonesia dan 2017 nanti sudah bisa terbang di langit Indonnesia," sambung pria kelahiran Ngawi ini.

ADVERTISEMENT

Nasir juga menyinggung produk inovasi di bidang pertanian yang belum tersentuh industri. Ia menyebut sebetulnya banyak yang sudah dihasilkan, namun kurang terdengar dan dilirik dunia usaha. Hal seperti itulah yang perlu dihilirkan.

Hak atas kekayaan intelektual juga mendapatkan sorotan Nasir. Ia melihat selama ini banyak penemu yang enggan mematenkan produknya karena masalah biaya.

"Yang selama ini terjadi, inovator harus membayar biaya HAKI yang mahal padahal produk mereka belum menghasilkan. Bagaimana bisa berkembang kalau seperti ini? Oleh karena itu saya sudah koordinasi dengan Menteri Hukum dan HAM. Beliau bilang baik Pak Nasir, kalau begitu ini kita bebaskan dulu sampai produknya sudah menghasilkan," katanya menirukan ucapan Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly.

Untuk menjembatani, akhir Februari nanti Kemristek akan menggelar "Indonesia Innovation Summit". Di ajang tersebut para inovator akan berkumpul dan dipertemukan dengan dunia usaha.

Kemristekdikti juga membuat buku berjudul Indonesia 106 Solutions. Produk tersebut akan bisa dimanfaatkan oleh dunuia usaha.

"Yang tertarik dengan solusi yang ada di sini silakan berhubungan, nanti kami jembatani," pungkas mantan rektor Universitas Diponegoro ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon