2012, Pertumbuhan Investasi Ditargetkan 11,5 Persen
Selasa, 3 Januari 2012 | 15:34 WIB
Dengan target pertumbuhan ekonomi 6,7 persen ditahun ini, maka investasi harus di atas tahun 2011 yang sebesar 8,1 persen menjadi 11,5 persen untuk 2012
Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi di 2012 sebesar 11,5 persen demi tercapainya target pengentasan kemiskinan dan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja.
"Dengan target pertumbuhan ekonomi 6,7 persen ditahun ini, maka investasi harus di atas tahun 2011 yang sebesar 8,1 persen menjadi 11,5 persen untuk 2012," kata menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana dalam di kantornya di Jakarta, hari ini.
"Hal ini akan berkaitan atau berkorelasi dengan pengentasan kemiskinan dan tersedianya lapangan pekerjaan," lanjutnya.
Dalam dokumen Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara 2012, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat menargetkan angka kemiskinan di tahun 2012 sebesar 10,5 persen s.d. 11,5 persen, turun dari target tingkat kemiskinan tahun lalu sebesar 11,5 - 12,5 persen
Pemerintah dan DPR juga telah menyepakati target penyerapan 450 ribu tenaga kerja untuk setiap satu persen pertumbuhan ekonomi, sehingga tingkat pengangguran terbuka berada di 6,4 persen - 6,6 persen.
Pada bulan Februari tahun lalu, Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran 6.8 persen. Untuk itu, pemerintah akan memfokuskan investasi ke sektor-sektor yang banyak meyerap tenaga kerja.
Armida mengatakan, baik pemerintah, swasta maupun BUMN bahu membahu untuk berinvestasi di tengah situasi perekonomian global yang tidak menentu.
"Tantangannya adalah situasi global di mana negara-negara tetangga kita pertumbuhannya terkoreksi ke bawah. Maka kita harapkan investasi datang dari semua pihak baik pemerintah, swasta domestik dan asing, BUMN serta masyarakat kita," pungkasnya.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi di 2012 sebesar 11,5 persen demi tercapainya target pengentasan kemiskinan dan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja.
"Dengan target pertumbuhan ekonomi 6,7 persen ditahun ini, maka investasi harus di atas tahun 2011 yang sebesar 8,1 persen menjadi 11,5 persen untuk 2012," kata menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Armida Alisjahbana dalam di kantornya di Jakarta, hari ini.
"Hal ini akan berkaitan atau berkorelasi dengan pengentasan kemiskinan dan tersedianya lapangan pekerjaan," lanjutnya.
Dalam dokumen Anggaran Belanja dan Pendapatan Negara 2012, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat menargetkan angka kemiskinan di tahun 2012 sebesar 10,5 persen s.d. 11,5 persen, turun dari target tingkat kemiskinan tahun lalu sebesar 11,5 - 12,5 persen
Pemerintah dan DPR juga telah menyepakati target penyerapan 450 ribu tenaga kerja untuk setiap satu persen pertumbuhan ekonomi, sehingga tingkat pengangguran terbuka berada di 6,4 persen - 6,6 persen.
Pada bulan Februari tahun lalu, Badan Pusat Statistik mencatat tingkat pengangguran 6.8 persen. Untuk itu, pemerintah akan memfokuskan investasi ke sektor-sektor yang banyak meyerap tenaga kerja.
Armida mengatakan, baik pemerintah, swasta maupun BUMN bahu membahu untuk berinvestasi di tengah situasi perekonomian global yang tidak menentu.
"Tantangannya adalah situasi global di mana negara-negara tetangga kita pertumbuhannya terkoreksi ke bawah. Maka kita harapkan investasi datang dari semua pihak baik pemerintah, swasta domestik dan asing, BUMN serta masyarakat kita," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
Jumlah Guru RI Terus Naik tetapi Fluktuatif!
INFOGRAFIK
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
B-FILES
Incar Pajak Marketplace, Purbaya Ingin Pedagang Offline-Online Setara




