ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ditemui John Kerry Utusan Joe Biden di Singapura, Luhut: Saya Siapa sih

Minggu, 19 November 2023 | 08:22 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat dijenguk Special US Presidential Envoy for Climate (Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat/AS Joe Biden, untuk urusan iklim) John Kerry di Singapura belum lama ini.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat dijenguk Special US Presidential Envoy for Climate (Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat/AS Joe Biden, untuk urusan iklim) John Kerry di Singapura belum lama ini. (Dok Kemenko Marves./Dok Kemenko Marves.)

Jakarta, Beritasatu.com- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, berbagi pengalaman mengenai kunjungan dari Special US Presidential Envoy for Climate, John Kerry, di Singapura baru-baru ini. 

Luhut mengungkapkan keheranannya atas alasan John Kerry meminta bertemu dengannya. "Saya sempat bertanya-tanya, ‘Saya siapa sih kok sampai John Kerry meminta pertemuan dengan saya?’" kata Luhut dalam akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan dipantau Sabtu (18/11/2023).

Dalam klarifikasinya, Luhut menyatakan pertemuan tersebut sejatinya merupakan bentuk penghormatan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).  "Dari semua tokoh yang datang menjenguk saya, pada akhirnya mereka semua membawa rasa hormat kepada Presiden Joko Widodo yang mampu mengemban tanggung jawab di tengah situasi ekonomi global yang sulit seperti saat ini," tandasnya.

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan dengan John Kerry, Luhut membahas potensi peran rumput laut dalam penanganan perubahan iklim.  "Saya menjelaskan kepada John Kerry mengenai potensi rumput laut sebagai bagian dari solusi dalam penanganan perubahan iklim," kata Luhut. 

Luhut menyampaikan, dalam pertemuan itu juga dibahas potensi besar Indonesia dalam pemanfaatan teknologi carbon capture storage di depleted reservoir dan saline aquifer. Indonesia memiliki potensi hingga 400 giga ton yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi emisi di sektor migas dan sektor lainnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Luhut Lapor ke Prabowo: Ekonomi RI Stabil 3 Bulan ke Depan

Luhut Lapor ke Prabowo: Ekonomi RI Stabil 3 Bulan ke Depan

EKONOMI
Dewan Ekonomi Nasional: Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Daya Saing

Dewan Ekonomi Nasional: Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Daya Saing

EKONOMI
Prabowo Dekat dengan Trump, Luhut Yakin Negosiasi Tarif RI-AS Aman

Prabowo Dekat dengan Trump, Luhut Yakin Negosiasi Tarif RI-AS Aman

EKONOMI
Begini Kriteria Ketua OJK dan BEI yang Ideal Menurut Luhut

Begini Kriteria Ketua OJK dan BEI yang Ideal Menurut Luhut

EKONOMI
Yenny Wahid Minta PBNU Kembalikan Izin Kelola Tambang ke Pemerintah

Yenny Wahid Minta PBNU Kembalikan Izin Kelola Tambang ke Pemerintah

NASIONAL
Luhut Bantah Dirinya Pemilik Toba Pulp Lestari Pemicu Banjir Sumatera

Luhut Bantah Dirinya Pemilik Toba Pulp Lestari Pemicu Banjir Sumatera

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon