ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Laguna Cipta Griya Ubah Bisnis Utama ke Sektor Migas

Kamis, 26 Januari 2012 | 18:32 WIB
IS
B
Penulis: Ivan Dasa Saputra/AYI | Editor: B1
Ilustrasi Tambang Minyak
Ilustrasi Tambang Minyak (Suara Pembaruan)
Selain untuk menyelamatkan perusahaan juga untuk kepentingan pemegang saham karena peluang bisnis di bidang minyak dan gas yang ada saat ini lebih baik

PT Laguna Cipta Griya Tbk (LCGP) mengganti core businessnya ke sektor minyak dan gas (migas) setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Saga Group.
 
Menurut Direktur Utama LCGP, Alwi Bagir Mulachela, sebelumnya perseroan bergerak di bidang properti, namun sejak menandatangani nota kesepahaman pekan lalu dengan perusahaan asal Amerika, Saga Group, bisnis perseroan beralih ke usaha bisnis minyak dan gas (migas).
 
"Selain untuk menyelamatkan perusahaan juga untuk kepentingan pemegang saham karena peluang bisnis di bidang minyak dan gas yang ada saat ini lebih baik," katanya, di Jakarta, hari ini.
 
Saga Group sendiri memiliki anak usaha di Sumatera Utara yang saat ini  mengeksplorasi sumur minyak dengan kapasitas 1000 barel per hari.
 
Nilai dari perusahaan minyak milik Saga Group di Sumatera Utara itu  diperkirakan mencapai US$ 45 juta dan setiap penambahan sumur eksplorasi  dibutuhkan dana sekitar US$ 40 juta.
 
Untuk memulai usaha barunya ini, perseroan berencana untuk menerbitkan saham baru atau right issue di semester I 2012.
 
Saga Group sendiri menjadi standby buyer dalam rencana tersebut sehingga  nantinya akan menjadi pemilik mayoritas sebesar 60 persen.
 
"Setelah itu kami akan sama-sama memperbesar bisnis migas dari yang ada saat ini di Sumatera itu," ujarnya.
 
Meski begitu Bagir masih belum bisa membicarakan secara detail tentang  rencana right issuenya karena masih dalam proses pematangan meskipun sudah mulai didaftarkan ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK).
 
Perseroan juga baru akan melakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Februari 2012.
 
Terkait kinerja keuangan, perseroan memperkirakan memperoleh pendapatan di akhir 2011 mencapai Rp 30 miliar dengan laba bersih mencapai Rp 4 miliar.
 
"Bandingkan jika kita masuk migas dengan Saga Group itu. Usai terjalin  kemitraan, dalam jangka pendek kami perkirakan revenue naik 4 kali lipat  dan nett profit tumbuh double digit. Ya sekitar Rp 15 miliar bisa,"  tuturnya.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon