ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

1 Juni 2024, LRT Jabodebek Terapkan Tarif Normal Rp 5.000 hingga Rp 20.000

Jumat, 31 Mei 2024 | 06:43 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Ilustrasi LRT Jabodebek.
Ilustrasi LRT Jabodebek. (Antara/Rifqi Raihan Firdaus)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menetapkan tarif normal light rail transit (LRT) Jabodebek mulai harga terdekat, yakni Rp 5.000 hingga Rp 20.000.

“Direktorat Jenderal Perkeretaapian atau DJKA Kementerian Perhubungan mengumumkan akan menerapkan tarif normal untuk LRT Jabodebek mulai 1 Juni 2024,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal dikutip dari Antara, Jumat (31/5/2024).

Risal menjelaskan bahwa tarif normal, yaitu sebesar Rp 5.000 untuk satu kilometer pertama sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 67 Tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik.

ADVERTISEMENT

“Penerapan tarif normal ini sekaligus mengakhiri masa berlaku tarif promo yang telah berlangsung sejak 22 Oktober 2023 hingga 31 Mei 2024,” jelas Risal.

Dia menyatakan meskipun tarif promo berakhir, DJKA tetap memberlakukan tarif maksimal yang sama, yaitu Rp 10.000 pada hari kerja di luar jam sibuk, termasuk akhir pekan serta libur nasional dan Rp 20.000 pada hari kerja di jam sibuk.

Risal menerangkan pada Senin sampai dengan Jumat (di luar libur nasional) dan jam sibuk/peak hour, yakni pukul 06.00 WIB sampai dengan 08.59 WIB dan 16.00 WIB sampai dengan 19.59 WIB, untuk lintasan pertama 1 kilometer besaran tarif Rp 5.000. Kemudian setiap satu kilometer berikutnya akan dikenakan Rp 700 Sampai tarif maksimal Rp 20.000.

Sedangkan untuk angkutan pada Senin sampai dengan Jumat (di luar libur nasional), dan di luar jam sibuk/off peak hour, yakni di luar pukul 06.00 WIB sampai dengan 08.59 WIB dan pukul 16.00 WIB sampai dengan 19.59 WIB, untuk satu kilometer pertama dikenakan tarif Rp 5.000. Kemudian setiap satu kilometer berikutnya akan dikenakan Rp  700. Tarif ini akan terus bertambah hingga maksimal mencapai Rp 10.000.

Sementara itu, untuk angkutan di akhir pekan Sabtu, Minggu hingga libur nasional, untuk satu kilometer pertama Rp 5.000, lalu satu kilometer berikutnya dikenakan tarif Rp 700, hingga maksimal di angka Rp 10.000.

“Keputusan ini diambil berdasarkan minat dan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi terhadap penggunaan LRT Jabodebek, tecermin lebih dari 11 juta orang yang menikmati layanan LRT Jabodebek sejak beroperasi pada Agustus 2023 hingga 28 Mei 2024.

Selain itu, lanjut Risal, dalam penerapan tarif normal ini, tidak terdapat perubahan waktu jam sibuk, untuk sore hari pukul 16.00 WIB hingga 19.59 WIB dan pagi hari pukul 06.00 WIB hingga 08.59 WIB.

“Kami berharap tarif yang terjangkau serta fasilitas lengkap dan nyaman yang ditawarkan, dapat semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan LRT Jabodebek, angkutan transportasi terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi,” pungkas Risal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Progres 75,55 Persen, LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Selesai 2025

Progres 75,55 Persen, LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Selesai 2025

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon