ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menkes Budi Gunadi Bantah Rencana Kenaikan Iuran BPJS untuk Tambal Defisit Rp 20 Triliun

Jumat, 15 November 2024 | 12:13 WIB
TP
AD
Penulis: Teguh Adi Prasetyo | Editor: AD
Menkes Budi Gunadi saat di RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat pada Jumat 15 November 2024.
Menkes Budi Gunadi saat di RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat pada Jumat 15 November 2024. (Beritasatu.com/Teguh Adi Prasetyo)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menepis kabar mengenai rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang disebut-sebut sebagai langkah untuk menutup defisit senilai Rp 20 triliun.

Budi menjelaskan bahwa defisit BPJS Kesehatan tersebut adalah defisit berjalan, yang muncul dari selisih penerimaan iuran dan pengeluaran saat ini.

“Jadi itu mungkin defisit berjalan sekarang dari iuran yang masuk dan keluar,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di RS Harapan Kita, Slipi, Jakarta Barat pada Jumat (15/11/2024).

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, BPJS Kesehatan masih memiliki cadangan kas di atas Rp 50 triliun, sehingga kenaikan iuran BPJS bukan untuk menambal defisit.

“Kita mesti hati-hati ngomong defisit Rp 20 triliun karena BPJS masih punya cash puluhan triliun juga,” lanjut Budi.

“BPJS Kesehatan masih punya cadangan cash dan saya rasa di atas Rp 50 triliun. Jadi hati-hati, itu bukan BPJS defisit atau minus Rp 20 triliun, tetapi apa yang  diterima tahun ini dan yang dikeluarkan kurang,” tambahnya.

Terpisah, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, potensi defisit tahun ini disebabkan oleh peningkatan utilisasi pelayanan kesehatan.

Menurut Ghufron, peningkatan ini sangat signifikan, dari rata-rata 252.000 kunjungan per hari pada beberapa tahun lalu menjadi 1,7 juta per hari saat ini.

“Yang bikin defisit tentu utilisasi. Utilisasi itu meningkat dari dahulu cuma 252.000 sehari, sekarang 1,7 juta sehari," ucap Ghufron di kompleks DPR, Senayan pada Rabu (13/11/2024).

Pernyataan Menkes Budi menegaskan bahwa kenaikan iuran BPJS Kesehatan bukan untuk menambal defisit Rp 20 triliun, lantaran lembaga asuransi kesehatan masyarakat itu masih memiliki cash lebih dari Rp 50 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menko Muhaimin Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik pada 2026

Menko Muhaimin Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik pada 2026

EKONOMI
Iuran BPJS Kesehatan Naik pada 2026, DPR Bakal Panggil Menkes

Iuran BPJS Kesehatan Naik pada 2026, DPR Bakal Panggil Menkes

NASIONAL
Isu Kenaikan Iuran, Dirut BPJS Kesehatan: Tanya ke Sri Mulyani

Isu Kenaikan Iuran, Dirut BPJS Kesehatan: Tanya ke Sri Mulyani

NASIONAL
Sudah Berapa Kali Iuran BPJS Kesehatan Naik? Begini Riwayatnya

Sudah Berapa Kali Iuran BPJS Kesehatan Naik? Begini Riwayatnya

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon