ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DOID Rugi US$ 27 Juta Imbas Cuaca Ekstrem dan Pelemahan Rupiah

Rabu, 11 Desember 2024 | 07:46 WIB
MS
AD
Penulis: Monique Handa Shafira | Editor: AD
Paparan Publik DOID.
Paparan Publik DOID. (Humas DOID/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mencatatkan kerugian sebesar US$ 27 juta sepanjang semester I 2024, bergeser dari laba bersih sebesar US$5 juta pada semester I 2023.

Direktur DOID Dian Andyasuri mengatakan, penyebab perseroan mengalami kerugian, yakni cuaca ekstrem dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Menurutnya, cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Jakarta, namun juga sampai ke Australia.

“Januari sampai Juli hujan dan cuaca ekstrem. Bukan hanya terjadi di Jakarta atau di Indonesia tetapi juga di Asia dan sampai juga di Australia. Hal itu sangat memengaruhi operasi kami karena sebagai perusahaan tambang,” ujar Dian dalam paparannya di Alila SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (10/12/2024).

ADVERTISEMENT

Dian melanjutkan, pada kondisi yang sama terjadi depresiasi rupiah. Kerugian selisih kurs sebesar US$ 12 juta akibat fluktuasi nilai tukar mata uang yang merugikan dari rupiah dan dolar Australia terhadap dolar AS.

Kendati begitu, kerugian selisih kurs membaik pada kuartal II 2024, menurun dari USS 11,5 juta pada kuartal I 2024 menjadi USS 0,7 juta pada kuartal II 2024.

Jika kerugian selisih kurs dinormalisasi, bersama dengan dampak dari Secured Overnight Financing Rate (SOFR) dan biaya persetujuan satu kali (one-off consent cost), maka kerugian bersih DOID sebesar US$ 1 juta atau mendekati break even, yang menunjukkan ketahanan bisnis perseroan.

Dian menambahkan, kinerja produksi DOID per Oktober 2024 mengalami overburden removal sebesar 467,1 MBCM atau turun sebesar 11% yoy yang diakibatkan oleh kondisi cuaca ekstrem yang terus berlanjut di Indonesia dan Australia.

Namun, berkat pemulihan setelah hujan yang lebih baik, DOID tetap berhasil menjaga produksi batu bara mencapai 73,4 juta ton atau naik 4% yoy. Jika dibandingkan dengan data Oktober tahun lalu, produksi naik 8% yoy.

“Ke depannya efek dari La Nina kemungkinan akan berlanjut hingga Maret 2025, yang dapat berdampak pada produksi. Namun, DOID tetap berkomitmen memenuhi target produksi 2024 dengan fokus pada keunggulan operasional,” ujar Dian.

Pada periode semester I 2024, DOID mengumumkan hasil keuangan yang stabil dan mencerminkan ketangguhan dan keunggulan operasional grup dalam menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem dan pelemahan nilai tukar mata uang.

Meskipun awal 2024 catat kerugian, tetapi Pendapatan DOID untuk semester I 2024 tetap stabil sebesar USS 855 juta yoy. Namun, EBITDA turun 9% yoy menjadi USS 160 juta, didorong oleh volume yang lebih rendah karena cuaca ekstrem serta persiapan ramp-up.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon