ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Melihat Peluang Indonesia dari Dampak Perang Dagang AS vs China

Jumat, 7 Februari 2025 | 16:01 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Juli Budi Winantya (paling kiri) dalam acara pelatihan wartawan  di Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh pada Jumat 7 Februari 2025.
Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Juli Budi Winantya (paling kiri) dalam acara pelatihan wartawan di Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh pada Jumat 7 Februari 2025. (Beritasatu.com/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) menilai perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dengan China, Meksiko, dan Kanada akan bisa memberikan peluang ekspor dan investasi bagi Indonesia.

Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya mengatakan, peluang ekspor bisa terjadi dari pangsa pasar yang ditinggalkan oleh China. Produk-produk yang bisa dihasilkan Indonesia bisa terserap di negara-negara yang tengah bertikai ini.

“Banyak produk-produk dari Amerika Serikat dan Vietnam, yang punya kesamaan. Apabila nanti peningkatan tarif ini diterapkan, bisa kita manfaatkan peluang untuk meningkatkan ekspor,” ucap Juli dalam acara pelatihan wartawan di kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh pada Jumat (7/2/2025).

ADVERTISEMENT

Peluang dari perang dagang AS dan China juga dapat terjadi melalui relokasi investasi yang sebelumnya berada di negeri Tirai Bambu itu dan pindah ke negara lain.  

Saat terjadi perang dagang pada 2018, banyak perusahaan yang melakukan relokasi dari China ke Vietnam. Namun, saat ini Vietnam bukan lagi menjadi negara tujuan karena sedang mengalami surplus transaksi berjalan.

“Indonesia ada di posisi yang bagus Untuk bisa memanfaatkan peluang itu. Jadi terkait dengan Trump tadi ada risiko dan juga di sisi lain ada peluang. Ini yang masih terus kita pantau dampaknya,” kata Juli.

Perang dagang yang dikhawatirkan pecah menyusul kembali berkuasanya Donald Trump sebagai presiden AS telah menjadi kenyataan.

Hal ini ditandai dengan pemberlakuan tarif balasan sebesar 25% terhadap barang-barang AS yang diumumkan oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, Sabtu (1/2/2025) waktu setempat.

Sesaat sebelumnya, Presiden Trump telah menandatangani perintah eksekutif penerapan tarif 25% atas barang-barang impor dari Kanada dan Meksiko serta sebesar 10% untuk barang dari China.

Pada Jumat (31/1/2025), presiden dari partai republik itu juga telah melontarkan ancaman bahwa AS "pasti" akan mengenakan tarif pada Uni Eropa (EU).

Dia mengatakan, pemerintah tetap harus mewaspadai dampak perang dagang antara AS dengan China karena negeri Tirai Bambu menjadi mitra dagang utama Indonesia. Hal ini bisa turut berimbas pada sisi ekspor  Indonesia yang melambat karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat.

“Risiko kedua yaitu karena produk China itu tidak bisa dijual lagi ke AS sehingga dapat membanjiri masuk Indonesia dan itu dari sisi risikonya,” tutur dia.

Juli mengatakan, perang dagang terjadi secara dinamis untuk Meksiko dan Kanada sedang dalam tahap negosiasi. Menurut dia, perang dagang ini digunakan oleh pemerintah AS dengan China dan negara lainnya tidak hanya murni karena alasan ekonomi, tetapi juga terkait dengan kebijakan politik luar negeri Paman Sam tersebut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Uni Eropa Jadi 25 Persen

Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Uni Eropa Jadi 25 Persen

EKONOMI
China Sebut Putusan MA Amerika Serikat Soal Tarif Trump Sinyal Positif

China Sebut Putusan MA Amerika Serikat Soal Tarif Trump Sinyal Positif

EKONOMI
Ancaman AS Ambil Alih Greenland Picu Isu Perang Dagang

Ancaman AS Ambil Alih Greenland Picu Isu Perang Dagang

EKONOMI
Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

Akhir Negosiasi Trump dengan Xi Jinping, Siapa yang Paling Untung?

INTERNASIONAL
Trump Naikkan Tarif 10 Persen untuk Kanada gara-gara Iklan Reagan

Trump Naikkan Tarif 10 Persen untuk Kanada gara-gara Iklan Reagan

INTERNASIONAL
Perang Tarif AS–China Makin Sengit, Ekonomi Global Terancam Melambat

Perang Tarif AS–China Makin Sengit, Ekonomi Global Terancam Melambat

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon