ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tarif Impor Trump Buat Panas, Negara Mitra Dagang Siapkan Balasan

Kamis, 3 April 2025 | 12:02 WIB
H
H
Penulis: Herman | Editor: HE
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru di Rose Garden, Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif impor baru di Rose Garden, Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025. (AP/Evan Vucci)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif impor baru untuk mitra dagangnya, termasuk tarif 32% yang dikenakan pada Indonesia dan sebesar 20% terhadap Uni Eropa.

Presiden Komisi Eropa Ursula Von Der Leyen menyebut kebijakan tersebut sebagai pukulan besar bagi perekonomian global. Dampaknya akan dirasakan oleh jutaan orang.

"Harga kebutuhan pokok, transportasi, dan obat-obatan akan meningkat. Ini akan sangat merugikan masyarakat yang paling rentan," kata Von Der Leyen, dikutip dari AP.

ADVERTISEMENT

Meski mengakui adanya kekurangan dalam sistem perdagangan global, Von Der Leyen menegaskan Uni Eropa siap bernegosiasi dengan AS tetapi juga siap merespons dengan tindakan balasan apabila diperlukan.

Tarif impor baru yang diumumkan Trump pada Rabu (2/4/2025 ) langsung mendapat respons beragam dari para mitra dagang utama AS. Meski ada kekhawatiran akan perang dagang besar-besaran, banyak negara memilih menahan diri.

Trump menyebut tarif tersebut sebagai "tarif timbal balik," dengan rentang 10% hingga 49%, yang menurutnya bertujuan mengimbangi kebijakan perdagangan negara lain terhadap AS selama puluhan tahun.

"Warga Amerika telah dirugikan selama lebih dari 50 tahun, tetapi ini tidak akan terjadi lagi," tegasnya.

Trump juga berjanji, kebijakan ini akan mengembalikan lapangan pekerjaan dan industri manufaktur ke AS.

Respons Dunia: Dari Inggris hingga China
Pemerintah Inggris menegaskan, AS tetap menjadi sekutu terdekatnya. Menteri Perdagangan Inggris Jonathan Reynolds mengatakan Inggris berharap dapat mencapai kesepakatan perdagangan untuk mengurangi dampak dari tarif impor terhadap barang-barang Inggris.

"Tidak ada yang menginginkan perang dagang," ujarnya.

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut tarif 20% terhadap Uni Eropa sebagai keputusan yang salah yang tidak menguntungkan kedua belah pihak. 

Sementara itu, Brasil mempertimbangkan untuk membawa kasus ini ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan bahkan telah mengesahkan undang-undang balasan untuk mengenakan tarif serupa terhadap negara atau blok perdagangan yang menerapkan tarif terhadap barang-barang Brasil.

Di Asia, Korea Selatan segera mengambil langkah untuk mendukung industri otomotifnya yang terdampak tarif 25%. China, melalui Kementerian Perdagangannya, mengancam akan mengambil tindakan balasan yang tegas dan mendesak AS untuk segera membatalkan kebijakan tarif sepihaknya.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan tarif AS terhadap negaranya tidak memiliki dasar yang jelas.

"Tarif timbal balik seharusnya nol, bukan 10%," ujarnya, menyoroti fakta bahwa AS dan Australia memiliki perjanjian perdagangan bebas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tarif 0 Persen 99 Produk AS Bakal Ganggu UMKM?

Tarif 0 Persen 99 Produk AS Bakal Ganggu UMKM?

EKONOMI
India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

India Tunda Kunjungan Delegasi ke AS setelah Penetapan Tarif Baru

EKONOMI
Trump Beri Tarif Impor 10 Persen Selama 150 Hari Imbas Putusan MA

Trump Beri Tarif Impor 10 Persen Selama 150 Hari Imbas Putusan MA

EKONOMI
MA AS Batalkan Tarif Impor, Trump Sebut Hakim Bodoh!

MA AS Batalkan Tarif Impor, Trump Sebut Hakim Bodoh!

INTERNASIONAL
Harga Emas dan Perak Dunia Cetak Rekor Seusai Ancaman Tarif Trump

Harga Emas dan Perak Dunia Cetak Rekor Seusai Ancaman Tarif Trump

EKONOMI
Trump Janji Bagi-bagi Uang US$ 2.000 Per Orang dari Tarif Impor

Trump Janji Bagi-bagi Uang US$ 2.000 Per Orang dari Tarif Impor

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon